by

JPU Masih Susun Surat Dakwaan TI

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih menyusun surat dakwaan terhadap tersangka Tata Ibrahim (TI), yang diduga terlibat dalam kasus dugaan tipikor dan TPPU uang kas BNI Cabang Utama Ambon.

“Sampai kini surat dakwaan TI masih di susun JPU,” ungkap Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, pekan kemarin.

Kemungkinan salah satu penyebab JPU belum merampungkan surat dakwaan tersangka TI, ungkap Sapulette, karena masih fokus pada kasus yang sama untuk terdakwa Farrahdhiba Yusuf Cs, yang saat ini sudah memasuki tahap akhir persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon.

“Berkas dakwaan TI kemungkinan belum juga selesai, karena tim JPU masih dihadapkan dengan berbagai agenda penanganan kasus yang harus diselesaikan lebih dulu. Misalnya, kasus BNI dengan terdakwa Farrahdhiba Yusuf dkk. Sekarang agendanya mendekati tahap akhir. Kemungkinan tim JPU selesaikan kasus itu, baru bisa kembali fokus ke tersangka TI. Karena JPU yang menangani kasus ini, semuanya masuk dalam tim yang sama yang menangani kasus BNI,” singkat Sapulette.

Sebelumnya diberitakan, tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku menggelandang tersangka Tata Ibrahim yang ditetapkan dalam kasus dugaan Tipikor dan Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang (TPPU) pada PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, untuk kepentingan persidangan.

Berkas perkara TI yang merupakan divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar ini diserahakan ke JPU, karena dinilai sudah lengkap sesuai dengan petunjuk JPU.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengaku, berkas perkara Tata Ibhahin sudah dilakukan penyerahan berkas perkara dan barang bukti (Tahap II) ke JPU Kejati Maluku.

“Kita sudah lakukan tahap II ke Penuntut Umum Kejati Maluku. Selanjutnya, nanti konfirmasi langsung saja ke Kejati,” tandas Santoso, beberapa waktu lalu.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, ketika dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, berkas perkara tersangka TI, sudah diterima tim Penuntut Umum Kejati Maluku.

“Benar, hari ini, JPU Achmad Atamimi dan Ruslan Marasabessy, menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara tipikor dan dan TPPU pada PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon,” jelas Sapulette, Jumat (24/7).

Barang bukti yang diterima JPU, lanjut Sapulette, berupa surat-surat, 1 unit handphone merek Samsung dan uang tunai senilai Rp 2.442.400.000 (dua milyar empat ratus empat puluh dua juta empat ratus ribu rupiah). Selanjutnya, uang tersebut dititipkan di rekening penitipan Kejaksaan pada Bank Mandiri Kantor Cabang Ambon Pantai Mardika.

“ Setelah dilakukan penyerahan tahap II, selanjutnya tersangka ditahan oleh Penuntut Umum dengan jenis penahanan Rutan pada Rutan Polda Maluku selama 20 hari ke depan, terhitung mulai hari ini,” jelas jaksa dengan dua bunga melati di pundak itu.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, mengungkapkan, kasus pembobolan uang BNI Ambon diketahui semuanya berjumlah delapan orang tersangka. Masing-masing, Wilian Alfred Ferdinandus selaku Taller BNI Ambon, Tata Ibrahim selaku divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar, serta enam tersangka lain yang kini dituntut bervariasi oleh JPU Kejati Maluku di persidangan Pengadilan Tipikor Ambon.

Mereka adalah Faradiba Yusuf, Soraya Pelu, eks Kepala KCP BNI Tual yang juga eks Kepala KCP Unpatti Krestiantus Rumahlewang, eks Kepala KCP Dobo Josep Resley Maitimu, eks Kepala KCP BNI Mardika Andi Yahrizal Yahya dan eks KCP BNI Masohi Marce Muskitta.(SAD).

Comment