by

Kajari Baru Diharapkan Tuntaskan Kasus Solar Cell

Ambon, BKA- Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Munawir Kubal berharap, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) SBT yang baru, Muhammad Ilham, segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek panel surya atau solar cell tahun 2017.

Proyek ini diketahui menghabiskan anggaran sebesar Rp 11.219.113.000. Harapan itu dia sampaikan, karena sampai saat ini penanganan kasus tersebut belum ada titik terang.

“Selaku Wakil Ketua Komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan, dan kebetulan sebagai mitra, saya ucapkan selamat kepada Saudara Muhammad Ilham selaku Kajari SBT yang baru. Saya harap, dengan kehadiran beliau, berbagai kasus hukum yang saat ini ditangani Kajari sebelumnya yang belum selesai, agar dapat dituntaskan. Misalnya beberapa kasus dana desa dan kasus besar, seperti dugaan korupsi panel surya.

Kasus ini sudah cukup lama ditangani kejaksaan, tetapi sampai detik ini juga tidak jelas statusnya,” unkap Ketua Fraksi NKRI DPRD SBT itu.

Senada, Ketua Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) EK SBT, Ikbal Watimena, mendesak agar Kejari SBT dibawah pimpinan Muhammad Ilham lebih fokus dan serius untuk menyelesaikan kasus-kasus yang tengah ditangani.

Sebab menurut dia, kasus-kasus yang di tangani Kajari SBT yang lama, Riady, banyak yang belum diselesaikan. Misalnya, kasus jumbo yang menyeret nama Bos PT. Tawotu. Dan anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan panel surya sangat besar Rp 11 miliar lebih.

‚ÄúTapi lihat faktanya, barang yang ada tidak sesuai dengan spesimennya, dan data-data itu sudah dikantongi kejaksaan. Pak Riady sendiri sudah beberapa kali bicara di media, bahwa puldata dan pulbaket sudah selesai dilakukan, dan kasus ini sudah naik ke penyidikan. Namun sudah beberapa bulan ini, kelihatan semangat Kejari menurun dalam menyelesaikan kasus solar cell ini. Untuk itu, diharapkan dengan kehadiran pak Kajari yang baru ini, bisa lebih serius dan fokus untuk menyelesaikan berbagai kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri SBT, termasuk kasus dugaan panel surya,” harap Wattimena.

Untuk diketahui, PT Tawotu memenangkan tender proyek solar cell di SBT dengan nilai penawaran Rp 11.153.826.000 dari PAGU anggaran Rp 11.219.113. 000.

Proyek tersebut diperuntukan untuk pembangunan lampu jalan sebanyak 320 unit di Kota Bula. Setiap panel 65 watt. Namun, proyek tersebut amburadul, sehingga Kejaksaan Negeri SBT dataran Hunimua menduga adanya tindakan mark-up yang dilakukan pihak kontraktor. Kemudian dilakukan proses puldata-pulbaket sejak Januari 2020. (LAN)

Comment