by

Kajari Dilaporkan ke Kajati, Via Online

Ambon, BKA- Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon, Beny Santoso kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku (Kajati) Maluku, via online. Terkait dua kasus jumbo yang tak tuntas ditangani Kajari Ambon, yakni proyek revitalisasi Tugu Trikora dan Taman Pattimura.

Dua kasus tersebut telah dilaporkan oleh LSM LIRA Maluku kepada Kajari Ambon, di akhir tahun 2019 secara terpisah. Yakni proyek revitalisasi Tugu Trikora dengan anggaran Rp. 876.848.000, yang dikerjakan CV Iryunshiol City.

Kemudian proyek revitalisasi Tugu Gitar dan Taman Pattimura Ambon yang dikerjakan oleh CV Rizky Utama, dengan anggaran sekitar Rp 3 milliar.

Kedua proyek ini, milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, yang dikerjakan tahun 2019 lalu. Dua proyek ini diduga, dikerjakan tidak sebanding dengan dengan anggaran yang dikucurkan dari APBD tahun 2019.

“Kami sudah laporkan ke Kajati, karena merasa kecewa dan tidak puas atas kinerja serta cara penanganan perkara oleh Kejari Ambon. Kekecewaan ini, karena kedua kasus yang dilaporkan, entah kenapa tidak ada tanda-tanda untuk diproses,” ungkap, Direktur LIRA Maluku, Jan Sriwating, lewat rilisnya kepada koran ini, Rabu (27/5).

Sariwating mengaku, Kajari Ambon di duga tidak ingin agar kedua kasus ini secepatnya diselesaikan. Buktinya, kata dia, ketika pihaknya menanyakan proses penanganan dua kasus tersebut, Kajari Ambon tidak mau ditemui dengan berbagai macam alasan.

Dikatakan, merujuk pada undang-undang nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan, terurai dengan jelas tugas dan wewenang. Diantaranya, melakukan penyidikan terhadap tindak pidana berdasarkan undang-undang.

“Tidak itu saja, kejaksaan dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum. Harus mampu mewujudkan kepastian hukum, ketertiban hukum, keadilan dan kebenaran berdasarkan hukum. Sebab itu, dalam laporan ke Kajati, kami minta supaya kedua kasus ini segera diambil alih oleh pihak Kejati. Untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” harapnya.

Tidak saja itu, Sariwating juga meminta kepada Kajati Maluku agar segera menegur keras Kajari Ambon, Benny Santoso, karena sikap dan tindakan yang tidak mencerminkan seorang pemimpin yang dapat memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat.

“Sikap dan tindakannya (Kajari Ambon) tidak mencerminkan seorang pemimpin yang bisa memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat. Juga dikhawatirkan akan membuat citra dan nama Korps Adyaksa hancur dan pudar dimata masyarakat,” pungkasnya. (UPE)

Comment