by

KaKanwil Gelar Orasi Tahun Ajaran Baru dan Matsama

Ambon, BKA-Sebagai agenda awal setelah dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis, menyampaikan orasi ilmiah pembukaan tahun ajaran baru dan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama).

Orasi yang melibatkan seluruh Kepala Madrasah, pengawas dan Kasi Pendis, berlangsung secara virtual di lantai III Kanwil Kemenag Maluku, Senin(13/7).

Kakanwil dalam orasinya berharap, kegiatan itu tidak mengurangi esensi forum silaturahmi serta dapat menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi pembangunan pendidikan madrasah yang lebih baik dan berkualitas, sesuai dengan slogan”Madrasah Hebat Bermartabat”.

Dikatakan, secara nasional, pemerintah telah menetapkan kalender pendidikan sebagai tanda dimulainya aktifitas proses belajar mengejar, baik di tingkat RA, MI, MTs dan MA.

Untuk itu, apresiasi yang tinggi harus diberikan kepada stakeholder dan insan pendidikan di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon dan sekitarnya.

Karena dunia pendidikan di Maluku pada beberapa waktu belakangan ini, selalu ditimpah tantangan dan cobaan. Namun hal itu tidak menyurutkan perjuangan mereka yang iklas.

Misalnya saja, dimulai pada 26 September 2019 lalu melalui cobaan gempa bumi, yang mengakibatkan proses pembelajaran menjadi lumpu total di Kota Ambon, Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT).

Setelah berhasil melalui itu, tidak berapa lama kemudian, dunia pendidikan kembali diguncang oleh cobaan penularan virus corona atau Covid-19, yang menyebabkan proses pembelajaran beralih ke daring/luring atau yang dikenal belajar dari rumah.

“Selaku Kakanwil Kemenag, saya memberikan apresiasi kepada semua stakeholder dan insan pendidikan, yang telah berjuang keras dengan semangat optimis dan rasa ikhlas yang tinggi untuk pendidikan madrasah,” ucapnya.

Berbagai perubahan yang sangat cepat itu, tentu harus cepat juga diantisipasi dan direspon oleh dunia pendidikan, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan proyeksi pendidikan di abad 21.


Olehnya itu, pemerintah saat ini sangat serius merespon dengan diterbitkan SKB empat menteri, sebagai pandua penyelenggara pembelajaran ditahun akademik 2020/2021.


Dengan model satuan pendidikan yang berada di zona kuning, orange dan merah, pendidikan yang dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

“Sebagai Kakanwil, saya perlu menyampaikan, terima kasih dan penghargaan yang seluas-luasnya kepada kepala Bidang Pendidikan Madrasah atas apa yang telah dikerjakan selama ini,” pungkasnya. (RHM)

Comment