by

Kalau Sayang Keluarga, Sayang Kampung, Jangan Pulang

Ambon, BKA- Tradisi pulang kampung menjelang lebaran, terutama Idul Fitri, dilakukan tiap tahun. Bahkan hal itu tetap dipaksanakan pada tahun ini, ditengah wabah virus corona.

Puluan mahasiswa asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBBT), yang saat ini menempuh pendidikan disejumlah perguruan tinggi di Kota Ambon, mendatangi DPRD Provinsi Maluku, Kamis (14/5).

Mereka meminta, agar DPRD Maluku dapat memfasilitasi mereka agar dapat pulang kampung. Mereka mengeluh, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa pandemi virus corona di Kota Ambon.

Sedangkan bantuan yang diberikan pemerintah sangat terbatas. Bahkan ada sebagian mahasiswa yang indekos, belum menerima bantuan. Sehingga mereka berpikir untuk pulang kampung.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Hatta Hehanussa, yang berkesempatan untuk menemui para mahasiswa itu, mengajak mereka agar tidak pulang kampung.

Hal itu dilakukan, katanya, demi kesehatan dan keselamatan keluarga mahasiswa sendiri yang berada di kampung agar tidak terinfeksi virus corona. Karena sebagaimana diketahui, Kota Ambon merupakan Zona Merah penyebaran virus tersebut.

‚ÄĚJangan karena hari raya (Idul Fitri), ingin pulang. Kalau sayang keluarga di kampung, jangan pulang. Karena kita yang bertemu saat ini, bisa berpotensi corona. Kota Ambon adalah zona merah penyebaran virus corona. Sayang kampung jangan ke kampung, nanti orang tua punya kesehatan flsik tidak baik, bisa terjangkit. Jangan buka potensi corona sampai di kampung halaman,” kata Hehanussa.

Perwakilan masyarakat Kabupaten SBB di legisltif Provinsi Maluku itu mengajak mahasiswa, agar tidak pulang kampung, kalau sayang dengan keluarga di tengah wabah virus corona.

Untuk itu, dia menyatakan kesiapannya untuk membantu mahasiswa asal SBB yang ada di Kota Ambon dalam bentuk bantuan sembako.

“Langkah yang baik, tetap diam di rumah, di kos-kosan kalian. Kalau ada kurang-kurang atau keluhan kebutuhan sehari-hari, ada Anggota DPRD, khususnya dari daerah pemilihan SBB. Bisa sampaikan kepada kami,” tandas Hehanussa.

Selain di Kantor DPRD Maluku, puluhan mahasiswa SBB juga menggelar demo di depan Kantor Gubernur Maluku. Mereka mendesak agar dipulangkan ke SBB.

Mereka menilai Pemprov Maluku ditengah pandemi Covid-19 ini, tidak memeberikan pelayanan yang baik kepada mahasiswa yang ingin pulang kampung.

“Kami meminta Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengembalikan kami, para mahasiswa asal Kabupaten SBB yang masih berada di Kota Ambon, untuk dapat kembali ke kampung halaman,” kata salah satu orator, Ervan Tella.

Untuk itu, mereka mendesak agar Pemprov Maluku secepatnya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB, untuk bisa menerima kepulangan mahasiswa.

“Mendesak Pemerintah Provinsi Maluku untuk melakukan kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten SBB, untuk dapat menerima kami mahasiswa untuk dapat berkumpul dengan keluarga,” lanjutnya.

Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama. Karena mereka dibubarkan oleh pihak kepolisian dari Polresta Pulau Ambon dan P P Lease, karena tidak mengantongi surat ijin.

Selain tidak ada surat ijin, pihak kepolisian juga bermaksud baik. Karena ditengah kondisi yang kian memprihatinkan saat ini, tidak boleh berkerumun guna meminimalisir penyebaran Covid-19. (RHM/BKA-1)

Comment