by

Kalender Pariwisata Akan Dievaluasi

Ambon, BKA- Komisi I DPRD Kota Ambon akan mengevaluasi seluruh ivent pariwisata milik Dinas Pariwisata Kota Ambon yang telah diagendakan dalam Kalender Pariwisata tahun 2020.

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Julius Toisuta mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19, sejumlah agenda pariwisata di Kota Ambon harus dipending untuk sementara waktu. Karena ada beberapa agenda yang terkesan dipaksanakan dan tidak bermanfaat untuk masyarakat Kota Ambon di tengah pandemi.

Maka selaku mitra dan representasi masyarakat, lanjut dia, komisi perlu mengevaluasi seluruh agenda pariwisata kota Ambon yang telah dituangkan dalam Kalender Pariwisata 2020 agar tidak terjadi pemborosan anggaran.

“Kita perlu lakukan evaluasi terhadap seluruh agenda pariwisata yang sudah termuat dalam kalender pariwisata tahun ini. Jagan sampai agenda dipaksakan denga kondisi saat ini sehingga mubazir. Apalagi Ambon masih dalam suasana pandemi, maka harus dievaluasi agar tidak terjadi pemborosan,” ungkap, Toisuta kepada awak media di gedung DPRD Belakang Soya, Selasa (4/8).

Politisi Demokrat ini mengaku, Komisi maupun lewat Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Kota Ambon hingga saat ini belum mengetahui berapa besar pergeseran anggaran pada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk Dinas Pariwisata Kota Ambon untuk penanganan Covid-19 di Kota Ambon.

Kata dia, Dinas Pariwisata Kota Ambon bukanlah dinas teknis yang diberikan kewenangan bersama OPD lainnya untuk melakukan penanganan Covid-19. Sehingga perlu melihat berbagai agenda pariwisata untuk dipending sementara waktu.

Ia juga menyarankan, Pemerintah Kota saat ini harus lebih fokus terhadap penanganan Covid-19 di kota Ambon. Termasuk melihat persoalan pendidikan terkait penerapan kurikulum berbasis daring akibat pandemi.
“Kita akan dorong masing-masing fraksi agar fokus mengevaluasi seluruh penggunaan anggaran Covid-19, termasuk Dinas Pariwisata. Karena kita belum tahu anggaran dari dinas pariwisata itu berapa yang digeserkan untuk penangan Covid. Jangan sampai dengan kondisi saat ini, justru agenda-agenda pariwisata dipaksakan dan tidak bermanfaat buat kepentingan orang banyak,” sebutnya.

Julius menilai, jika bebeberapa agenda yang dijalankan karena pertimbangan Kota Musik Dunia yang nantinya akan dievaluasi Unesco selama 2 tahun, maka tidak menjadi soal jika beberapa kegiatan yang tidak tidak terlalu bermanfaat ditiadakan untuk sementara waktu.

“Tentu pihak Unesco pastinya akan mempertimbangkan kota Ambon yang masih dalam suasana pandemi. Itu jika terkait Kota Musik Dunia. Dan kalau dilihat banyak agenda belakangan ini yang tidak bermanfaat tapi dipaksakan dengan kondisi kota Ambon masih dalam suasana pandemi. Seperti konser 7 ruang kemarin, itu menurut saya tidak terlalu bermanfaat,” pungkasnya.

Alangkah baiknya, tambah Julius, jika Pemerintah Kota mempending sejumlah agenda pariwisata yang dirasa tidak terlalu penting. Sehingga anggaran tersebut dapat digunakan untuk melengkapi berbagai kekurangan dalam penanganan Covid-19.

“Dalam waktu dekat kita evaluasi akan evaluasi dan minta pertanggung jawabanan dari kadis Pariwisata. Kalender pariwisata itu harus dievaluasi, karena banyak anggaran yang mengalir untuk berbagai agenda pariwisata. Ini yang harus dievaluasi, sehingga tidak terjadi pemborosan,” pungkasnya. (UPE)

Comment