by

Kapal Nelayan Asal Bali Diusir Dari Aru

Ambon, BKA- Kapal Motor (KM) Bandar Nelayan 01 diminta untuk putar balik ke daerah asal, Provinsi Bali, oleh tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 (TGPP-C19) Kabupaten Kepulauan Aru, pada 26 Mei lalu.

Langkah tegas tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru tersebut mendapat apresiasi masyarakat.

“Kita apresiasi langkah tegas yang dilakukan tim Gugus Tugas Covid-19 daerah ini, yang meminta KM Bandar Neyanan 01 asal Bali harus putar balik ketempat asalnya,” ujar salah satu masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, Andarias Onaola, kepada BeritaKota Ambon, Kamis (28/5).

Menurut dia, sikap tegas seperti itulah yang diharapkan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, dalam rangka mengeliminisir penyebaran pandemic virus coranadi kabupaten itu.

“Sikap tegas seperti ini yang kami sangat harapkan. Karena secara langsung TGPP-C19 telah menunjukan kinerjannya dalam mengatasi penyebaran virus corona di Aru,” katanya.

Dia berharap, zona hijau yang disandang oleh Kabupaten Kepulauan Aru saat ini harus dijaga dengan baik. Jangan sampai kecolongan.

“Saya harap, status hijau yang kita punya saat ini harus dijaga dengan baik, biar kita tetap aman sampai virus mematikan ini selesai,” pintanya.

Terpisah, juru bicara tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru, Fredrik Hendrik, yang dikonfirmasi via handphone, Kamis (28/5), mengungkapkan, kapal penangkap cumi asal Provinsi Bali yang mengangkut 17 Anak Buah Kapal (ABK) itu tiba di Dobo pada Selasa (26/5), pukul 10.00 WIT.

Mengetahui kapal tersebut datang dari salah satu daerah zona merah penyebaran Covid-19 (Provinsi Bali), lanjut Fredrik, pihaknya langsung mengambil langkah tegas untuk mengusir kapal tersebut bersama para awaknya, untuk keluar dari perairan Laut Arufura, dan harus berlayar balik ke daerah asalnya.

“Yang jelas, langkah tegas ini kami lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona masuk di wilayah Kepulauan Aru,” Kata Hendrik.

Menurutnya, langkah tegas untuk mencegah penyebaran Covid -19 di wilayah Kepulauan Aru bukan saja dilakukan untuk kapal-kapal dari luar yang hendak masuk di kabupaten itu, tapi juga bagi warga Kabupaten Kepulauan Aru yang saat ini berada di luar daerah.

“Tindakan tegas untuk mencegah penyebaran Covid-19 masuk di Kabupaten Kepulauan Aru bukan saja kami fokuskan ke kapal-kapal dari luar yang hendak masuk di daerah ini, tapi juga bagi warga kita yang mau datang dari luar daerah, kami tolak,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia, langkah tegas mengusir kapal nelayan yang hendak sandar di perairan Dobo sebelumnya sudah pernah dilakukan. Dan ini akan terus dilakukan, sehingga status zona hijau tetap melekat di kabupaten itu.

“Sebulan yang lalu, ada kapal cumi dari Bali juga yang mau berlabuh di Dobo, kami usir. Jadi ini yang kedua kalinya. Kami akan lakukan ini terus, sehingga status hijau tetap disandang daerah ini,” tegasnya. (WAL)

Comment