by

Kapendam: Katong Kalesang Negeri Melalui TMMD

Ambon, BKA- Dulu, desa adalah obyek pembangunan yang tidak memiliki otoritas untuk menentukan kebutuhan pembangunan wilayahnya. Karena semuanya telah diatur oleh struktur atas. Namun dengan adanya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), istilah “Desa Membangun” bisa diubah menjadi “Membangun Desa”.

Program TMMD merupakan program TNI untuk mensejahterakan rakyat, dengan melakukan percepatan pembangunan untuk infrastruktur yang akan terus berlanjut melalui kegiatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Pada TMMD ke 108 Kodam XVI/Pattimura tahun 2020 yang dibuka pada 30 Juni 2020 lalu, kini telah selesai. Hasilnya telah diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah.

Pada pelaksanaannya, terdapat dua Kodim yang menjadi sasaran, yaitu, Kodim 1504/Ambon yang dipusatkan di Dusun Air Ali, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, serta Kodim 1505/Tidore yang dipusatkan di Desa Bebsili, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur.

Dengan semangat manunggal rakyat dan motto “Sagu Salempeng”, akhirnya pelaksanaan TMMD ke 108 Kodam XVI/Pattimura rampung dilaksanakan. Pepatah Maluku “Sagu Salempeng dipatah dua” memiliki makna “bersama dalam satu rasa”.

Pesan moral dari pepatah itulah yang mendarah daging dalam pelaksanaan TMMD tersebut. Sehingga bukan hanya infrastruktur yang dibangun, namun juga mental, ideologi dan pola pikir masyarakat.

Namun seiring dengan berakhirnya program TMMD itu, bukan berarti pembangunan di masing-masing wilayah sasaran juga ikut berhenti. Tapi TNI akan terus bersinergi membantu pemerintah daerah melakukan percepatan pemerataan pembangunan, yang tentunya akan menggandeng seluruh stakeholder dan lapisan masyarakat lain, guna memberikan kesejahteraan kepada rakyat.

Untuk itu, Kapendam XVI/Pattimura, Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan, menyampaikan apresiasi Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Agus Rachman, terhadap dedikasi dan semangat pengabdian seluruh personel Satgas TMMD ke-108 Kodam XVI/Pattimura.

Menurutnya, semua yang sudah dilakukan pada program TMMD merupakan implementasi jiwa prajurit yang senantiasa menjadi suri tauladan bagi rakyat. Karena TNI Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat.

“Walaupun cuaca hujan deras yang sering melanda sejumlah wilayah Maluku dan Maluku Utara, namun hal itu tidak menyurutkan semangat anggota satgas TMMD membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Seperti membuat jalan setapak, membuat drainase dan jembatan,” ujar Kapendam.
Kapendam melanjutkan, TMMD merupakan wujud bakti TNI sesuai tugas pokok, yakni, melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) guna memberdayakan wilayah pertahanan secara dini.

Ia juga menambahkan, upaya TNI untuk membantu pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan di pelosok daerah, tidak semata hanya tertumpu pada program seperti TMMD. Tapi masih ada program lainnya, seperti, Serbuan Teritorial, Bakti Sosial TNI, Komsos Kreatif, dan lainnya, yang semua orientasinya untuk percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan, seperti, jalan, jembatan, pengairan, rehab rumah dan sebagainya.

Kapendam mengajak seluruh lapisan masyarakat agar menjaga (Kalesang) Negeri melalui Program TMMD, dimulai dari desa. Karena berawal dari hal kecil inilah, Maluku akan menjadi besar. “Mari katong kalesang negeri. Kalau bukan katong, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan disini, dimana lagi,” katanya.

Terhadap program TMMD ke 108 yang dilaksanakan Kodim 1504/Ambon bersama Satgasnya di Dusun Air Ali, mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Ambon. “Pemkot sangat mengapresiasi dan mendukung program TMMD tersebut. Dengan Kemanunggalan TNI dan masyarakat, dapat mempercepat laju pembangunan daerah,” ungkap Walikota Ambon.


Sementara itu, Komandan Kodim 1504/Ambon, Letkol Inf Dominggus CA Soumokil, mengatakan, kehadiran prajurit TNI melalui program TMMD diharapkan bisa membawa perubahan signifikan dan kesejahteraan bagi masyarakat, sesuai tema “TMMD Pengabdian Untuk Negeri”.

La Ali (39), salah satu warga Dusun Air Ali, mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Pemda, karena Program TMMD di desanya sangat membantu warga, terutama akses jalan yang puluhan tahun diidamkan masyarakat. Karena jalan yang sebelumnya berupa tanah merah, kini sudah layak dan bisa dilintasi.

“Alhamdulillah. Akhirnya kami punya jalan baru yang layak. Saya sangat senang dan bersyukur sekali kepada bapak-bapak TNI ini. Terimakasih pak TNI, jalan yang dulu tanah, sekarang sudah bagus,” tutup La Ali. (Pendam16)

Comment