by

Kapolda Ajak Warga Aru Berpolitik Santun

Ambon, BKA- Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, gelar Duduk Bicara Kamtibmas bersama bakal calon bupati dan wakil bupati, DPRD, KPU, Bawaslu, Tokoh Adat serta Tokoh Agama, yang berlangsung di kafe Gospel, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu (16/9)
Pantauan BeritaKota di Aru, dalam Giat Bacarita bersama orang nomor satu di Polda Maluku itu, mengajak para bakal calon bupati dan wakil bupati agar berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan kamtibmas yang baik.
Sehingga masyarakat merasakan kesungguhan berpolitik yang santun bukan politik pecah belah.

“Saya harapkan kepada dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, agar berkompetisi secara sehat dengan mengutamakan Kamtibmas yang baik. Sehingga politik di daerah Jar Garia ini dapat berjalan dengan aman tanpa ada konflik,” pesan Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda Maluku juga menghimbau kepada masyarakat setempat, untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Karena giat yang digelar tersebut juga salah satu poin yang dibahas selain kamtibmas pilkada adalah kearifan lokal.

“Ya, selain kamtibmas Pilkada yang kita bahas, nilai-nilai kearifan lokal juga. Ini sejalan dengan acara duduk bacarita kita hari ini (kemarin). Jadi saya minta masyarakat di Aru jangan abaikan nilai-nilai kearifan lokal. Tetapi menjunjung, agar pilkada 9 Desember 2020 nanti berjalan dengan aman,” pinta pria dengan dua bintang di pundaknya itu.

Kapolda juga menegaskan, penyebar informasi atau berita hoaks di media sosial harus di tindak tegas.

Olehnya itu, dia menghimbau kepada pengguna media sosial di Aru agar lebih bijak dalam mencerna informasi. Jangan serta merta mengupload informasi yang belum tentu benar. Karena akan berdampak buruk bagi pribadi dan orang lain.

“Pertama apabila mendapatkan berita yang belum pasti, jangan cepat sekali di share tapi pastikan siapa pembuatnya. Ini dimaksudkan agar kita tahu siapa pembuatnya, sehingga dia harus di pertanggung jawabkan di depan hukum agar tidak menular kepada yang lain. Nah Insyaallah bapak Kapolres dan rekan rekan kami disini akan menindak lanjutinya dengan seksama,” ungkapnya.

Disinggung, tentang netralitas TNI/Polri saat Pilkada nanti, Kapolda mengatakan, apabila kedapatan anggota TNI atau Polri yang tidak netral dalam dalam pengamanan Pilkada, maka konsekuensinya harus diproses sesuai aturan di tubuh TNI dan Polri. Sebab menurut dia, Kaporli dan Panglima TNI sudah menginstruksikan bahwa TNI/Polri harus netral.

“Jadi saya mau sampaikan tegas kepada jajaran saya (Polisi) di Maluku, tetap jalankan fungsinya dengan baik sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Jangan terlibat politik praktis. Apabila ada informasi Polisi yang tidak netral segera laporkan kepada kami. Agar kami bisa menindaklanjuti sampai dimana pelanggaran yang dilakukan,” ajaknya

Selain TNI/Polri yang dintutut, harus kedepankan netralitas pada perhelatan kepala daerah di bumi Jar Garia ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga demikian. Karena aturannya jelas sudah ada yang mengatur tentang ASN dilarang berpolitik praktis.

“Bukan TNI atau Polri yang dituntut netralitasnya saja dalam berpolitik, tetapi ASN juga. Dan ini harus di perhatikan dengan baik. Sehingga tidak ada yang tersanding hukum. Saya harap itu. Jadi tolong diperhatikan ya,” pinta dia. (WAL)

Comment