by

Kapolda Diminta Sikapi Kasus Pembunuhan di Pasanea

Ambon, BKA- Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar diminta menyikapi persoalan kasus pembunuhan terhadap Alm Ridwan Abdullah Pattilouw yang dibunuh dua orang pelaku di desa Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Malteng pada 16 Maret 2019 lalu.

Pasalnya, sejak kasus ini bergulir di meja hijau, dengan menyeret dua pelaku pembunuhan tersebut, sampai hari ini, penyidik Polres Maluku Tengah (Malteng) belum mampu membongkar aktor utama dalam peristiwa pembunuhan ini.

Menurut A. Pattilouw anak dari korban, kepada Berita Kota Ambon, Minggu kemarin, mengungkapkan,kasus pembunuhan tersebut, saat ini sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Masohi, akan tetapi salah satu penyidik di Polsek Pasanea yang melakukan BAP terhadap kasus tersebut sudah tiga kali dipanggil untuk memberikan keterangan di persidangan namun tidak pernah hadir.

Menurut dia, dengan ketidakhadirnya penyidik Polisi itu patut dicurigai kalau ada ketidakberesan dalam penyelidikan dan penyidikan kasus ini. Apalagi, pihak keluarga korban sampai saat belum mengetahui aktor utama dibalik pembunuhan alm Ridwan Abdullah Pattilouw.

Berangkat dari fakta persidangan, lanjut dia, pengakuan terdakwa Adiman Nurlete, sebelum yang bersangkutan ditangkap pihak kepolisian, dia mengatakan kepada warga di Desa Pasanea kalau sekalipun dia diancam dengan senjata, dirinya tak pernah mengaku kalau siapa yang menyuruh mereka melakukan pembunuhan di waktu malam hari di rumah korban.

“Dengan keterangan ini, keluarga korban pernah menemui jaksa supaya kalau bisa digali lagi secara mendalam saat menanyakan terdakwa dipersidangan, namun sampai saat ini belum juga ditemukan bukti itu.

Oleh karena itu, kita minta supaya bapak Kapolda dapat menyikapi kasus ini, sebab pihak korban merasa benang merahnya belum ditemukan sekalipun sudah menjerat para pelakunya,” jelas Pattilouw kesal.

Selain itu, anak korban, Farida Pattilouw alias Ida menambahkan, di dalam persidangan dengan agenda meringankan untuk terdakwa Adiman Nurlete pada 18 Juni kemarin, saksi yang dihadirkan tidak pernah jujur dalam memberikan keterangan yang sebenarnya. Bahkan dari tiga saksi yang dihadirkan tersebut, ketika ditanyakan majelis hakim, mereka banyak mengaku tidak tahu atas kejadian itu. Sebab dua saksi tidak berada di TKP dan satu saksi lainnya tinggal bersebelahan dengan keluarga korban.

“Saksi meringankan berikan keterangan bilang tidak tahu, jadi pak Hakim bilang kok saksi mengaku tidak tahu, lalu mengapa dihadirkan sebagai saksi meringankan. Ini nanti bukan meringankan terdakwa malah memberatkan.sehingga ancaman terdakwa Adiman Nurlette bisa naik dari tuntutan jaksa 16 penjara,” ucap Ida meniru pernyataan ketua majelis hakim Rivai Tukuboyo, SH.

Namun, menurut Farida, beberapa tokoh Masyarakat Negeri Lisabata, Negeri Sepa dan Negeri Kulur, sangat mengapresiasi kinerja kejaksaan Negeri Maluku Tengah dan hakim PN Maluku Tengah dalam menangani kasus ini.

Sebab, atas semua keterangan saksi-saksi, maka kasus pembunuhan di Pasanea makin jelas dan mengarah pada dugaan adanya aktor dibalik peristiwa ini.

“Figur Bpk Hakim Rivai Tukuboya, SH sangat luar biasa, profesional, tegas dan berwibawa ini adalah contoh figur penegak hukum yang didambakan masyarakat saat ini. Seperti yang diketahui bahwa kasus pembunuhan ini sudah berlangsung satu tahun lebih, yang tadinya penyidik di polisi hanya menetapkan satu tersangka, namun atas kerja baik dari Hakim, dan jaksa, sehingga membuka fakta baru dipersidangan dengan penambahan tersangka baru yakni Adiman Nurlete, yang kini sudah menjadi terdakwa,” jelasnya.

Sementara itu, adik dari almarhum, Muhammad Nur Pattilouw, kembali menambahkan, mereka sangat kecewa dengan penanganan masalah ini oleh pihak kepolisian yang mana dari awal kasus ini hanya menetapkan satu tersangka RT (berkas terpisah) yang merupakan anak dibawah umur itu pun penuh dengan misterius.

“Jadi saya mau tegaskan bahwa kakak saya itu meninggal bukan karena pelaku ini mau mencuri murni, tapi sudah direncanakan. Makanya dalam persidangan semua terbuka dan mengarah ke sana. Insyaa Allah aktor dibalik perbuatan keji ini akan terungkap dan akan dilakukan pembalasan sesuai hukum, Agama dan Adat. Kami akan terus berusaha, apapun akan kita lakukan, supaya membuka aktor dibalik kasus ini,” tandas Muhammad Nur Pattilouw. (SAD)

Comment