by

Kapolda Perpanjang Operasi Aman Nusa II

Virus Corona Meningkat

Ambon, BKA- Penyebaran Covid-19 di Maluku kian meningkat. Hal itu membuat Polda Maluku memperpanjang waktu pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Siwalima 2020.

Operasi yang seharusnya berakhir pada 30 Mei ini diperpanjang hingga 30 Juni, atau kurang lebih satu bulan kedepan.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M Roem Ohoirat, kepada Berita Kota Ambon mengungkapkan, Operasi Aman Nusa II telah diperpanjang oleh Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar.

Perpanjangan Operasi Aman Nusa II ini disampaikan Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, dalam Rapat Anev Operasi Ketupat dan Aman Nusa II Siwalima 2020, di ruang rapat utama Polda Maluku, untuk menganalisa dan mengevaluasi hasil pelaksanaan tugas Operasi Ketupat dan Aman Nusa II, 26 Mei, kemarin.

“Untuk Operasi Aman Nusa II Tahun 2020, diperpanjang hingga 30 Juni 2020,” ujar Roem, Rabu (27/5).

Dalam rapat itu juga, lanjut Roem, Kapolda menyampaikan sejumlah instruksi untuk diberlakukan selama perpanjangan waktu operasi, diantaranya, menginstruksikan agar jajarannya melakukan inventarisir bantuan sosial, serta meningkatkan kegiatan sterilisasi dengan menyemprotan cairan disinfektan.

“Terkait Bansos agar diinventaris dengan baik dan tepat sasaran, sehingga tidak menimbulkan konflik baru di masyarakat. Selain itu, juga perbanyak kunjungan ke masyarakat dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan di titik-titik keramain, serta transparan tentang semua kebijakan yang diambil,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kapolda juga mengajak jajarannya untuk bekerja sesuai standar presedur, dalam memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dengan tetap mengendepankan protokol kesehatan.

“Jajaran harus sesuai SOP protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk juga tahanan yang ada di Polda dan Polres jajaran. Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, dengan mengunakan masker, menjaga kebersihan lingkungan dan diri, serta memberlakukan physical dan sosial distancing,” pungkasnya. (SAD)

Comment