by

Kasus Keuangan Desa Laha Dipertanyakan

Ambon, BKA- Direktur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Jaan Sariwating, mempertanyakan sejauhmana proses pengusutan kasus dugaan korupsi keuangan desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, yang kini ditangani penyidik Kejari Ambon.

Padahal, pengusutan kasus tersebut sudah naik status ke penyidikan. Bahkan janji Kepala Seksi Intelejen Kejari Ambon, Sunoto, kalau kasus tersebut punya bukti kuat. Sehingga dalam waktu dekat akan digelar perkara untuk dieskpos penetapan tersangka.

“Tapi janji-janji itu tidak tahu sampai kapan. Selaku LSM, saya pertanyakan sejauhmana pengusutan kasus ini,” ungkap Sariwating, kepada Berita Kota Ambon melalui selulernya, Kamis (7/5).

Kata dia, tim penyidik Kejari Ambon sepertinya tidak terbuka dalam penanganan kasus dugaan korupsi pada keuangan Desa Laha. Sehingga dirinya mengingatkan, selaku penegak hukum harus memikirkan kepentingan rakyat banyak, terutama warga Laha yang mengalami kerugian kas atau korban dari kasus ini.

“Apabila jaksa beralasan kalau ada Covid-19, alasan itu sudah lazim, sebab sejak belum ada virus corona juga kasus ini terkatung-katung di meja penyidik Kejari Ambon,” tegasnya.

Lebih jauh, dia menegaskan, apabila Kejari Ambon tidak serius dalam menangani kasusi ini. Dirinya tidak segan-segan akan melaporkan Kajari Ambon ke Kajati Maluku, sebab ada beberapa kasus yang dilaporkan ke Kejari Ambon tidak pernah ada tindak lanjut.

“Jika memang Kejari Ambon itu tidak serius dalam menangani kasus, saya pasti lapor dia di Kajati. Ini kita buat demi kepentingan masyarakat, jangan jaksa menganggap hal sepeleh saja. Dan sekali lagi kalau kasus ini belum jalan, maka saya akan suruh Kajati evaluasi dia (Kejari Ambon). Sebab selain pengusutan kasus keuangan Desa Laha, ada beberapa kasus yang dilaporkan juga tak diusut,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Ambon, Sunoto. Ketika dihubungi melalui selulernya, Kamis malam, mengatakan, untuk pengusutan kasus dugaan korupsi keuangan desa Laha, dirinya tidak mau berkomentar. Sebab tidak diberikan delegasi dari Kajari Ambon untuk menyampaikan informasi tersebut.

“Maaf hubungi pak Kajari saja ya. Nanti kalau beliau kasih delegasi baru saya bisa jawab,” tandas Dia singkat.

Sebelumnya diberitakan koran ini, penyidik Kejari Ambon memastikan menuntaskan kasus dugaan korupsi keuangan Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon tahun 2012-2017 sebesar Rp 2 miliar. Bukti-bukti siapa yang diduga terlibat sudah dikantongi penyidik.

Sekedar tahu saja, dugaan tindak pidana korupsi tersebut bermula ketika CV Batu Prima yang melakukan galian C di Desa Laha meneken MoU dengan Pemdes Laha.

Dalam perjanjian itu, pemerintah desa bersedia memberikan izin kepada CV Batu Prima untuk beroperasi melakukan galian C di kawasan Air Sakula, Desa Laha, dengan kompensasi CV Batu Prima menyetor uang Rp 2 miliar kepada Pemerintah Desa Laha. Setelah MoU diteken, CV Batu Prima memberikan uang Rp 2 miliar sesuai perjanjian secara bertahap selama tahun 2012-2017.

Seharusnya setelah menerima uang dari CV Batu Prima, Pemerintah Desa Laha membuat peraturan negeri agar uang sebesar Rp 2 miliar itu dimasukan sebagai PAD Desa. Diduga Kepala Desa Laha saa itu, Said Laturua menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi. (SAD)

Comment