by

Kasus Pembunuhan di Desa Faan, Penujuk Jaksa Dilengkapi Penyidik

Ambon, BKA- Tim penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Malra melengkapi petunjuk P-19 atas berkas perkara tujuh tersangka yang melakukan pembunuhan di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Tujuh tersangka itu masing-masing , TR alias Tedi (27), YM alias Ucu (39), TS alias Tom (46), WR alias Weli (36), JR alias Yan (30) dan LK alias Lukas (61) serta satu anak dibawa umur yakni GR.

Kasat Reskrim Polres Malra, Iptu H. Siompo mengatakan, berkas tujuh tersangka itu, penyidik sudah selesai melengkapi berdasarkan petunjuk JPU. Dan saat ini penyidik sudah kembalikan berkas tersebut ke JPU Kejaksaan Negeri Tual.

“Berkas P19 dari JPU sudah dilengkapi penyidik, dan saat ini berkas tersebut sudah diserahkan ke JPU untuk diteliti lebih lanjut,” ungkap Siompo kepada Beritakota Ambon, Senin (20/7).

Sebelumnya diberitakan,Tujuh tersangka yang melakukan pembantaian terhadap empat warga di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malteng), diancam pasal berlapis.

“Jadi penyidik satuan Reserse dan Kriminal sudah mengamankan para pembunuh tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan saksi-saksi, ketujuh orang itu resmi ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Maluku Tenggara, AKBP, Alfaris Pattiwael ketika di hubungi Berita Kota Ambon melalui selulernya, Kamis (7/5).

Menurut dia, ketujuh tersangka tersebut disangkakan dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 jo, 338 jo, 170 jo, 351 jo KUHP dan pasal 56 KUHP serta Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang penggunaan senjata tajam, ancaman pidana maksimal hukuman mati.

“Saat ini enam tersangka sudah diamankan di Rutan Polres Malra, disertai dengan barang buktinya masing-masing, sedangkan untuk satu tersangka tidak ditahan karena masih dibawah umur,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun dari keluarga korban di Desa Faan menuturkan, kejadian itu awalnya lantaran masalah hak warisan dalam satu garis keturunan keluarga Rumangun.

Kronologis awalnya, tujuh tersangka itu datang ke TKP dengan korban HR untuk bertemu korban AS yang bertindak sebagai kuasa hukum. Dan disitu juga ada korban lain yakni ER dan FR. ketika berhadapan,korban HR melarang ketiga korban melakukan aktifitas di lokasi kebun tersebut.

Namun larangan korban HR tidak dihiraukan oleh ketiga korban, hingga berujung pada aksi pembacokan yang dilakukan tujuh tersangka.
(SAD)

Comment