by

Kebijakan Social Distancing Tak Digubris

Masyarakat Cuek

Ambon, BKa- Hanya instansi pemerintahan dan sekolah yang diliburkan di masa corona, karena kebijakan social distancing.

Namun tidak lebih dari itu. Aktivitas masyarakat di Kabupaten Aru, terutama di Kota Dobo, hingga saat ini masih berjalan seperti biasa. Mereka seakan tidak peduli dengan himbauan pemerintah, untuk melakukan social distancing, sebagai upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19.

Herannya, Tim Gugus Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru juga seakan cuek dengan perilaku masyarakat, yang seakan “masa bodoh” dengan himbauan itu.

Tentu saja, perilaku masyarakat tersebut itu menimbulkan keprihatinan tersendiri. Seperti yang diungkap Ketua Yayasan JarGaria, Thomas Benamem.

Dia menyoroti sebagian masyarakat yang berperilaku tidak menerapkan social distancing, dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut dua, dalam kondisi saat ini, masyarakat di Aru seharusnya menyadari, bahwa penularan Covid-19 akan jauh lebih tinggi, apabila tidak menerapkan social distancing.

“Apakah harus terjadi dulu agar orang bisa sadar bahayanya?” ujar Benamem, kepada BeritaKota Ambon via telephon, Selasa (28/4).

Lanjut dia, secara kasat mata, negara lain telah memperlihatkan kepada kita dampak ketidak pedulian warganya terhadap anjuran pemerintah terkait social distancing. Akibatnya, ratusan bahkan ribuan nyawa terengut oleh wabah corona atau Covid-19.

“Nah kalau kalau Tim Gustu Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru membiarkan situasi ini terus berjalan, maka saya pastikan kita di Aru akan menderita lebih berat,” tandas Benamem.

Sesuia hasi pantauan media ini selama seminggu reakhir, terlihat jelas aktivitas di Pasar Jargaria Dobo yang kembali ramai. Padahal, awalnya lengang (sepi).

Tapi kini, pasar itu kemali padat setiap sore. Warga tampak tak punya kesadaran sedikitpun untuk mengikuti anjuran pemerintah dalam memerangi penyebaran Covid-19.(WAL)

Comment