by

Kejari Aru Lamban Tuntaskan Proyek MP3KI

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Aru, dinila lamban menangani kasus dugaan korupsi proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) di desa Koijabi-Balatan, Kabupaten Kepulauan Aru.

Janji tuntaskan proyek jumbo dengan anggaran sebesar Rp 3,4 miliar tahun anggaran 2014 itu, terkesan jalan di tempat. Hal ini membuat Politisi PDl-Perjuangan, Amus Gainau lagi-lagi angkat bicara.

Kepada awak media di Dobo, Selasa (01/9), Gainau mengaku sangat kesal. Sebab, kasus yang merupakan peninggalan penyidik Kejari Aru sebelumnya, hingga kini tak mampu dituntaskan.
Menurut dia, kasus dugaan korupsi MP3KI Desa Kojabi-Balatan ini, merupakan kasus peninggalan Kasi Pidsus, Eka Polipung. Dalam penanganannya sudah ada hasil audit dari BPK.
Dan merupakan pekerjaan rumah bagi Kasi Pidsus baru Sesca Taberima, untuk segera dituntaskan. Dengan menggelar penetapan para tersangka selanjutnya disidangkan.

Naasnya, hingga bulan September ini, kasus tersebut belum juga tuntas. Bahkan penetapan tersangkapun belum ada.

“Ini kasus peninggalan Kasi Pidsus sebelumnya. Lantas kenapa Kasi Pidsus baru tidak mampu tuntaskan kasus ini. Padahal hasil audit BPK sudah jelas ada kerugian negara, dan para saksi juga sudah di periksa. Lantas kenapa penetapan tersangka dalam kasus ini masih molor. Ada apa dengan penyidik di kejari Aru,” heran Gainau.

Ironisnya, sambung Gainau, ketika dirinya bersama beberapa warga Desa Koijabi mendatangi Kasi Pidsus Sesca Taberima untuk mempertanyakan penanganan kasus MP3KI yang ditangani Kejari, ternyata Kasi Pidsus malah mengarahkan agar dibuat laporan baru terkait kasus tersebut.
Arahan Taberima itu sontak menuai kritikan. Kata Gainau, arahan Taberima itu tak masuk logika lantaran dalam penanganan kasus itu di zaman Kasi Pidsus lama, dan sudah ada hasil audit dari BPK.

“Saya heran kenapa harus kita buat laporan baru untuk kasus tersebut. Pernyataan Kasi Pidsus tersebut sangat tidak masuk akal dan terindikasi ada ketidak beresan. Kami menduga, Kasi Pidsus sudah masuk angin sehingga berupaya mengalihkan perhatian kami warga,” sebut Gainau.

Dijelaskan, sejak awal kasus tersebut bergulir di Kejari Kepulauan Aru, sementara warga di kedua Desa (Koijabi-Balatan) terus memantau proses penanganannya.

Padahal, kasus ini mestinya menjadi perhatian Pimpinan Kejaksaan Tinggi Maluku, untuk melakukan intervensi terhadap proses penanganan kasus ini.

Karena, ditakutkan kasus ini serupa dengan kasus dugaan korupsi proyek PLTD tahun 2016 senilai Rp 32 miliar yang tinggal penetapan tersangka, namun di SP3-kan oleh penyidik Kejari Aru. Dengan dalil, pihak rekanan telah mengembalikan kerugian keuangan Negara.

“Padahal proyek yang diperuntukan bagi tiga Kecamatan di Kepulauan Aru masing-masing Kecamatan Aru Tengah Benjina, Aru Utara MarIasi dan Aru Selatan Utara Taberfane mangkrak hingga saat ini,” bebernya.

Gainau berjanji, jika penanganan kasus ini tidak sampai tuntas, maka Ia akan mengadukan secara Iangsung ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Jakarta.

“Saya tidak segan-segan mengadukan kasus ini ke Presiden RI. Karena pantauan saya selama ini, proses penegakan hukum di Kejari Kepu|auan Aru terkesan teriadi penyanderaan, karena kepentingan oknum-oknum penyidik tertentu,” tegas Gainau.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Aru, Sesca Taberima kepada Wartawan mengaku kalau kasus itu akan segera dituntaskan.

“Penuntasan kasus ini sedikit terkendala karena kondisi wabah Covid-19 yang mendunia. Sehingga saya telah meminta bantu salah satu staf untuk mengecek kondisi terakhir proyek di kedua desa, termasuk memastikan keberadaan para saksi untuk dimintai keterangan tambahan. Mengingat ada salah satu saksi yang sudah meninggal,” tutur Taberina belum lama ini.

Kata Taberima, pihaknya tetap punya komitmen untuk menuntaskan kasus tersebut. Sehingga setelah dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap para saksi maka segera akan digelar perkara untuk menetapkan tersangka.

“Kita akan gelar perkara untuk mengekspos siapa tersangka dalam kasus proyek MP3KI tersebut,” tukasnya. (WAL)

Comment