by

Kejari Malteng Lambat Tuntaskan Korupsi Irigasi

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri (Kajari) Maluku Tengah (Malteng) dinilai lambat dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Malteng.

Kasus yang menyeret lima orang tersangka, masing-masing, Meggy Samson selaku mantan Kabid Pengembangan Sumber Daya Air di Dinas PU Maluku, Benny Liando selaku salah satu rekanan, Ahmad Litiloly selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Marcus Tahya selaku Pembantu PPK, serta Jonas Latupeirissa selaku rekanan ini, harus betul-betul menjadi perhatian serius Kejari Malteng. Sehingga progresnya tidak berjalan lambat.

Pegiat anti korupsi, Herman Syamiloy, mengatakan, Kejari Malteng dinilai lambat dalam menangani kasus korupsi ini. Sebut saja, beberapa hari lalu, penyidik melakukan pemeriksaan di kantor Kejati Maluku terhadap saksi mantan Kadis PU, Ismail Usemahu dan tersangka Meggy Samson.

Namun nyatanya, sampai kini progresnya sudah tak berjalan. Yang ditakutkan, penyidik sudah masuk angin. “Coba nanti kita lihat sama-sama, apa yang dilakukan penyidik Kejati Malteng. Apakah kasus ini cepat selesai atau tidak. Karena saya lihat, tidak ada progres apa-apa,” tandas Siamiloy, kemarin.

Sementara itu, Kajari Malteng, Juli Isnur, yang dikonfirmasi, mengaku, tidak mau berkantor lebih jauh, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Irigasi Sariputih.

Dia berdalih, kasus ini nanti sampai di ranah persidangan baru bisa diketahui publik atau baru bisa diekspos. Pasalnya, didalam instruksi Presiden sudah jelas, kalau kasus korupsi yang ditangani tidak bisa diekspos, karena sudah ada MoU antara pemerintah dengan penegak hukum (jaksa, polisi dan pemda terkait).

“Sudah ada arahan dari Presiden. Jadi saya tidak bisa ngomong (bicara) banyak lagi. Intinya, tidak bisa saya jelaskan apa-apa lagi. Tunggu dipersidangan saja,” tandas Juli, belum lama ini.

Ditanya soal kapan dilakukan penahanan terhadap para tersangka, dirinya masih berdalih kalau tidak mau berbicara. “Pokonya tidak bisa saya jelaskan lagi. Tunggu saja,” tandasnya.

Sebelumnya, diberitakan koran ini, untuk memenuhi petunjuk auditor BPKP Perwakilan Maluku dalam kasus dugaan korupsi Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tim penyidik pidsus Kejari Malteng, kembali mencecar tersangka Meggy Samson yang merupakan mantan Kabid Pengembangan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Maluku.

Selain pemeriksaan terhadap tersangka Meggy, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi mantan Kadis PU, Ismail Usemahu.

Pemeriksaan berlangsung di ruang pidsus Kejati Maluku, pada 5 Juni lalu.

Untuk diketahui, penyidik Kejari Malteng saat melakukan pengusutan kasus tersebut, menetapkan lima tersangka dalam kasus ini.

“Kita sedang koordinasi untuk perhitungan audit. Beberapa waktu lalu, berkasnya sempat terhambat, karena baru saja penyidik menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini. Sehingga total lima tersangka,” terang Kajari Malteng, Juli Isnur, kepada Berita Kota Ambon melalui sambungan seluler, 1 April lalu.

Berkas perkara lima tersangka tersebut, penyidik Kejari Malteng sampai kini sedang melakukan perampungan, demi menyerahkan berkas perkara ini ke BPKP.

Data yang dihimpun Koran ini, proyek saluran irigasi di Desa Sariputih merupakan milik Dinas PU Provinsi Maluku, yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih. Namun hingga kini belum bisa dimanfaatkan, karena belum selesai dikerjakan. Padahal anggaran telah dicairkan 100 persen. (SAD)

Comment