by

Kejari MBD Usut ADD Desa Batumiau

Ambon, BKA- Bau korupsi kembali tercium dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Kali ini di Desa Batumiau, Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Dari temuan warga, ADD dan DD Tahun 2016-2019 desa itu banyak yang dipakai tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Dari laporan warga yang masuk di Kejari MBD, penyalahgunaan ADD dan DD tersebut, ditemukan beberapa item-item kegiatan yang diduga dimark-up. Bahkan untuk pembangunan fisik jalan di dalam desa Batumiau pun tidak rampung. Padahal dananya cair 100 persen.

Berdasarkan informasi yang diterima Berita Kota Ambon di kantor Kejari MBD, Ada beberapa item dugaan tipikor mark-up pada sejumlah kegiatan. Diantaranya,pembangunan jalan tahun 2017, pengadaan kerikil, batu karang, pasir, materialnya dibeli dari masyarakat. Tapi kwintasinya dibuat dari toko. Sehingga diduga ada kerjasama antara pihak toko dengan pemerintah desa.

Selain itu, penggelambungan harga semen, dugaan SPPD Fiktif, pekerjaan rabat jalan sepanjang 110 meter, pembelanjaan biaya kostum olahraga dan bola kaki, harga besi, keramik. Semua jenis item kegiatan itu di mark-up.

“Jadi data semua lengkap dalam laporan ini. Kita sudah masukan di Kejari MBD, tembusan ke Bupati MBD, Kapolres MBD, Kajati Maluku dan pihak-pihak terkait lainnya. Semoga saja Kejari MBD secepatnya melakukan pengusutan terhadap kasus ini,” ungkap Crisyanto Raturomon dan Ignatius Dady, dalam laporan tertulis bentuk copian yang diterima media ini, Minggu (14/6).

Selain mark-up intem kegiatan dalam desa, juga ditemukan bukti setoran pajak PPn/PPh Tahun 2016-2019 yang tidak pernah ada.

”Prinspnya ada sejumlah kegiatan yang dilakukan diduga tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandas Crisyanto.

Terpisah, Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari MBD, Richard Lawalatta, yang dikonfirmasi BeritaKota Ambon, membenarkan laporan tersebut.

Menurut dia, laporan kasus dugaan penyalahgunaan ADD dan DD di Desa Batumiau, sudah mulai diusut Kejari MBD. Yakni sedang berkoordinasi dengan pihak Inspektorat, untuk dilakukan investigasi terhadap laporan tersebut.

“Jadi kita sudah koordinasi dengan pihak Inspektorat untuk melakukan investigasi terhadap laporan ini. Dan nanti ditemukan hasilnya seperti apa, baru Kejari siap tindak lanjut,” tandasnya.(SAD)

Comment