by

Kejati Diminta Usut Dana Lab Otomotif Poltek

Ambon, BKA- Praktisi hukum Maluku, Marnex Salmon, meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku agar segera melakukan pengusutan terhadap dugaan korupsi anggaran sewa servis Lab Otomotif Politeknik (Poltek) Negeri Ambon.

Permintaan itu disa sampaikan, karena sampai kini Kejati Maluku belum juga mengambil langkah hukum untuk mengusut kasus tersebut, karena informasi awal sudah ada.

Menurut dia, jika memang ada informasi awal yang beredar terkait kasus korupsi di Maluku, termasuk di kampus Poltek Ambon, maka Kejati harus jelih menelaah hal itu.

“Kejati masuk usut saja. Tidak perlu menunggu laporan resmi. Kan sudah ada bukti dipemberitaan koran,” ungkap Samlon, ketika dimintai pendapatnya, Minggu (10/5).

Lebih lanjut, kata dia, seperti biasanya yang dilakukan Kejati dalam mengusut sebuah kasus korupsi, terkadang tidak lagi menerima laporan bukti awal dari orang-orang yang merasa dirugikan atau pelapor. Akan tetapi bukti awal di koran itulah yang menjadi pintu masuk bagi tim korps Adhyaksa itu.

“Biasanya yang kita tahu kan banyak dilakukan seperti itu. Dan hal tersebut dilakukan juga masih dalam bentuk klarifikasi. Nah, jika memang dalam klarifikasi itu ada bukti-bukti yang mengarah kesitu (perbuatan melawan hukum), maka pasti kasusnya terbongkar,” tandas Salmon.

Disisi lain, sumber internal di Poltek Negeri Ambon kepada koran ini melalui selulernya, Minggu (10/5), mengatakan, jika memang Kejati Maluku serius dalam mengusut kasus tersebut, maka semua masalah yang selama ini ditutup, pasti terbongkar satu per satu.

“Kalau memang jaksa serius mau usut, berarti pasti mereka temukan banyak masalah di dalam kampus. Karena memang sampai kini, marak KKN di kampus Poltek ini,” tandas sumber yang menolak namanya dikorankan.

Sebelumnya diberitakan koran ini, belum lagi ada titik terang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Lab Migas yang sementara ditangani Kejati Maluku, kini muncul dugaan korupsi baru di Kampus Poltek Ambon, yakni, terkait dana sewa servis Lab Otomotif kendaraan roda dua dan roda empat.

Sumber internal di Poltek Negeri Ambon kepada koran ini mengatakan, saat ini praktek nepotisme terus digelontarkan di kampus tersebut. Bukan hanya satu masalah, namun ada beberapa masalah yang harus dibongkar kepada publik agar diketahui. Sebut saja kasus dugaan korupsi peralatan Laboratorium Jurusan Teknik Sipil dan penggunaan peralatan Laboratorium Otomotif untuk perawatan kendaraan roda dua dan roda empat.

Menurut sumber itu, sesuai fakta dilapangan, ada beberapa orang yang menggunakan jasa perbaikan kendaraan roda empat di Lab Otomotif tersebut, yang ditaksirkan mencapai Rp 68 juta, bahkan sudah miliaran rupiah. Namun dana-dana ini tidak disetor ke negara, melainkan dikelola sendiri oleh pihak pengelola.

“Coba polisi atau jaksa masuk usut dulu, ini masalah baru yang harus dibongkar kembali,” beber sumber yang meminta namanya tidak dipublis, Rabu (29/4) lalu.

Menurut dia, praktek tersebut ditaksirkan sudah dilakukan sejak 2013 lalu atau sekitar enam tahun lamanya. Bayangkan,investasi peralatan Lab Otomotif Poltek untuk kegiatan praktek mahasiswa, digunakan untuk memperkaya diri sendiri.

Bukan itu saja, ada pihak internal Poltek kalau melakukan servis tidak pernah dibuat kwintasi untuk membayar. Sedangkan orang eksternal baru dibuat kwitansi, itu pun tidak semua orang. “Jadi ini semua dilakukan Kepala Laboratorium dan ketua kelompok, dan sudah 6 bulan tidak pernah dilakukan penyetoran kepada negara melalui Bendahara Penerima Poltek Negeri Ambon,” jelasnya.

Direktur LSM Peduli Rakyat, Albirum Subalia, beberapa waktu lalu, mengatakan, persoalan hukum yang terjadi di lembaga pendidikan, seperti, Poltek saat ini akan sangat berpengaruh terhadap kepentingan proses belajar mengajar mahasiswa ke depan.

Karena itu, pihak Kejati Maluku harus turun melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap hal ini. “Ya kalau itu temuan seperti itu, pasti datanya benar, karena itu orang Poltek sendiri yang bilang. Kita selaku LSM, kita desak penegak hukum masuk untuk mengusut kasus ini,” jelas dia, ketika dimintai pendapatnya.

Katanya, jika memang persoalan itu terjadi di bagian Laboratorium, maka jelas diketahui oleh petinggi-petinggi Poltek. Sehingga bukti itu kiranya menjadi pintu masuk melakukan penyelidikan.

“Saya kira bukti itu sudah jelas, dan jaksa diminta untuk masuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Hal ini dilakukan agar dapat membawa efek jera kepada pelaku-pelaku yang ada,” tandasnya. (SAD)

Comment