by

Kejati SP3 Kasus Tugu Trikora

 

Ambon, BKA- Setelah melalui serangkaian penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek revitalisasi Tugu Trikora milik Dinas PUPR Kota Ambon tahun anggaran 2019, Tim Penyelidik Kejati Maluku tidak menemukan bukti yang cukup, sehingga dikeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

SP3 kasus Revitalisasi Tugu Trikora (Air Mancur dan Tugu Meriam depan POM) ini, memiliki nilai kontrak sebesar Rp 897.479.400. SP3 kasus ini, setelah Kejati Maluku meminta bantuan ahli kontruksi Poltek, guna membantu melakukan penyelidikan terhadap fisik proyek tersebut.

Dan kesimpulannya, penyelidik tidak menemukan bukti yang cukup untuk tidak menaikan status kasus Revitalisasi Tugu Trikora ini ke penyidikan.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette mengaku, setelah melalui serangkaian penyelidikan, tim tim penyelidik berkesimpulan bahwa kasus ini tidak ditemukan bukti yang cukup untuk dinaikan ke penyidikan.

Dari temuan tim penyelidik, lanjut Sapulette, terdapat kekurangan volume pekerjaan yang seharusnya dikerjakan sesuai kontrak oleh rekanan pelaksana pekerjaan. Berdasarkan hasil perhitungan ahli bidang teknis dari Poltek Negeri Ambon, yakni senilai Rp.46.1709.349.07, dan atas kesadaran sendiri.

“Kemudian kerugian kekurangan volume pekerjaan itu telah dikembalikan saudara WP selaku pelaksana di lapangan. Termasuk keuntungan pekerjaan tersebut sudah dikembalikan ke kas negara, melalui PT Bank Maluku sesuai surat tanda terima setoran tertanggal 22 Juli 2020,” ungkap Sapulette, yang didampingi Kasi Dik Kejati Maluku Y.E Almahdaly, di ruang kerjanya, Selasa (15/9).

Dijelaskan, dari aspek manfaat pada proyek itu juga telah selesai dan sudah berfungsi atau telah dinikmati masyarakat. Sedangkan dari sisi efisiensi, apabila penyelidikan kasus ini diteruskan dan ditingkatkan ke tahap penyidikan, maka dapat dipastikan bahwa anggaran negara yang akan dikeluarkan untuk penanganan kasus ini lebih besar dari jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara ini. Kemudian dari perkara ini, nilai kerugian keuangan negara sudah dikembalikan kepada pelaksana pekerjaaan.

Selain kasus dugaan korupsi Tugu Trikora, lanjut dia, dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan rehabilitasi taman Pattimura (Air Mancur, Tugu Gitar dan pedestrian) yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Kota Ambon dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2.897.000.000, penyidik juga tidak menemukan alat bukti yang cukup sehingga langsung diterbitkan SP3 kasus ini.

“Kasus ini dilaporkan satu paket dengan laporan Tugu Trikora. Setelah tim penyelidikan melakukan pemeriksaan awal, (Puldata dan Pulbaket), penyelidik tidak menemukan bukti yang kuat. Sehingga langsung di tutup kasus ini atau SP3,” beber Sapulette.

Kata dia, dari pekerjaan rehabilitasi taman Pattimura, terdapat kekurangan pekerjaan senilai Rp. 13.008.707.93. Dan atas kesadaran sendiri , kerugian atas pekerjaan tersebut sudah dikembalikan seluruhnya oleh rekanan pelaksana pekerjaan CV Risky Utama ke kas daerah.

“Jadi dua perkara ini kerugiannya sudah dikembalikan rekanan ke kas daerah, sehingga jaksa penyelidik berkesimpulan untuk menutup kasus ini. Karena tidak ditemukan alat bukti yang cukup,” tandasnya. (SAD)

 

Comment