by

Kejati Susun Dakwaan Tata Ibrahim

Ambon, BKA- Tim JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) mulai melakukan penyusunan dakwaan Tata Ibrahin, salah satu tersangka kasus dugaan Tipikor dan Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang (TPPU) pada PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulettte, mengatakan, berkas perkara Tata Ibrahin saat ini sedang disusun berkas dakwaannya oleh Penuntut Umum.

“Prosedurnya, kalau Penuntut Umum menerima berkas tahap II, maka akan dilakukan penyusunan dakwaan oleh Penuntut Umum,” ujar Sapulette, Minggu (26/7).

Jaksa dengan dua bunga melati dipundak itu mengaku, penyusunan berkas dakwaan tersangka agar berkas perkara divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar ini secepatnya diserahkan ke Pengadilan Tipikor untuk kepentingan sidang.

“Kalau penyusunan berkas dakwaan selesai, maka pasti JPU langsung menyerahkan dakwaan tersangkan ke PN Ambon untuk kepentingan sidang,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku menggelandang tersangka Tata Ibrahim, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tipikor dan Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang (TPPU) pada PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, untuk kepentingan persidangan.

Berkas perkara Tata Ibrahim yang merupakan divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar ini diserahakan ke JPU, karena dinilai sudah lengkap sesuai dengan petunjuk JPU.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, kepada Beritakota Ambon mengaku, berkas perkara Tata Ibhahin sudah dilakukan penyerahan berkas perkara dan barang bukti (Tahap II) ke JPU Kejati Maluku.

“Kita sudah lakukan tahap II ke Penuntut Umum Kejati Maluku. Selanjutnya, nanti konfirmasi langsung saja ke Kejati,” tandas Santoso, beberapa waktu lalu.

Barang bukti yang diterima JPU, berupa surat-surat, 1 unit handphone merek Samsung dan uang tunai senilai Rp. 2.442.400.000 (dua milyar empat ratus empat puluh dua juta empat ratus ribu rupiah). Selanjutnya, uang tersebut dititipkan di rekening penitipan Kejaksaan pada Bank Mandiri Kantor Cabang Ambon Pantai Mardika.

Setelah dilakukan penyerahan tahap II, selanjutnya tersangka ditahan oleh Penuntut Umum dengan jenis penahanan Rutan pada Rutan Polda Maluku selama 20 hari.

Sekedar tahu, kasus pembobolan uang BNI Ambon senilai Rp.58,9 miliar itu, Penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku menetapkan delapan orang tersangka.

Masing-masing, Wilian Alfred Ferdinandus selaku Taller BNI Ambon, Tata Ibrahim selaku divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar, serta enam tersangka lainnya yang kini dituntut bervariasi oleh JPU Kejati Maluku di persidangan Pengadilan Tipikor Ambon.

Mereka adalah Faradiba Yusuf, Soraya Pelu, eks Kepala KCP BNI Tual yang juga eks Kepala KCP Unpatti Krestiantus Rumahlewang, eks Kepala KCP Dobo Josep Resley Maitimu, eks Kepala KCP BNI Mardika Andi Yahrizal Yahya dan eks KCP BNI Masohi, Marce Muskitta.(SAD).

Comment