by

Kejati “Tetap” Tunggu Audit Korupsi Repo

Ambon, BKA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku masih menunggu hasil audit kasus korupsi Repo Obligasi Bank Maluku kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas dari tim auditor BPKP Perwakilan Maluku.

Bukan hanya sekedar menunggu, tim penyidik Kejati Maluku juga intens melakukan kkordinasi dengan tim auditor, terkait kepentingan audit tersebut.

“Penyidik sampai kini, terus bangun koordinasi. Koordinasi itu sesuai dengan petunjuk tim auditor BPKP,” ungkap Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, Jumat (26/6).

Dia mengaku, bukti-bukti yang harus disiapkan tim penyidik dalam perkara ini, kemungkinan semuanya sudah rampung. Sehingga untuk saat ini Kejati Maluku menunggu hasil auditnya saja.

“Prinsipnya tinggal kita tunggu hasil audit perkara ini saja,” tandas Sapulette.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Maluku berharap BPKP secepatnya mengaudit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi repo obligasi Bank Maluku kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas ini tuntas.

Kasus repo tahun 2014 yang diduga merugikan negara sebesar Rp 238,5 miliar itu, belum bisa dituntaskan karena terhambat audit.

“Auditor punya mekanisme sendiri dalam melakukan audit, namun kita berharap bisa cepat auditnya,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan, Jumat, (20/3) kemarin.

Sapulette mengatakan, Kejati Maluku terus melakukan koordinasi terkait penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu itu.

“Proses audit sedang dilakukan dan koordinasi antara penyidik dan auditor sejauh ini berjalan dengan baik,” jelasnya.
Setelah penghitungan kerugian negara selesai, berkas perkara tersangka langsung dirampungkan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

“Progresnya kita tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP,” kata Sapulette.

Sapulette mengaku, semua dokumen yang dibutuhkan sudah diserahkan ke BPKP. “Sudah diserahkan penyidik, jadi kita sifatnya menunggu,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Kejati Maluku menetakan mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaac Thenu sebagai tersangka.

Penetapan Idris sebagai tersangka dituangkan dalam surat Nomor: B-329/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018. Sedangkan Thenu sesuai surat penetapan Nomor: B-330/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018, yang ditandatangani oleh Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane.
Keduanya disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (SAD)

Comment