by

Kelas Kecil Perlu KBM Tatap Muka

Ambon, BKA-Kepala SD Teologi Kristen Suli, Sintdje Ratila, mengatakan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan ditengah pandemi Covid-19 tidak efektif bagi siswa SD kelas kecil. Karena mereka belum memahami aplikasi android.

Sehingga, katanya, siswa kelas kecil, yakni, kelas I, II dan III, dinilai memerlukan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka.

Untuk itu, selain menerapkan pola pembelajaran jarak jauh secara Daring, SD Teologi Kristen Suli akan menerapkan pola pembelajaran secara tatap muka.

Hal itu memang sengaja dilakukan, katanya, sebagai upaya untuk memaksimalkan bimbingan. Bukan berniat untuk melanggar aturan pemerintah.

Sudah sangat jelas, dalam aturan pemerintah telah diatur kalau selain zona hijau, proses pembelajaran dilarang dilakukan secara tatap muka.

Namun strategis pembelajaran yang telah direncanakan SD tersebut, terang Ratila, dinilai sudah sesuai dengan kebutuhan siswa atau peserta didik, terutama mereka yang ada di kelas kecil.

“Sebab yang tidak kalah penting dalam mendidik, yaitu, adanya interaksi guru dan siswa. Karena itu tidak bisa tergantikan dengan model apapun. Kedekatan emosional antara guru dan siswa, sangat penting. Bukan hanya sekedar kita menyampaikan materi pelajaran, tapi tanggung jawab memberikan pembinaan, serta menuntun memahami setiap materi yang diberikan, itu yang paling diperlukan oleh anak-anak kelas kecil ini. Sehingga tidak mungkin kita paksakan belajar Daring. Kalau aplikasinya saja mereka tidak pahami,” ungkap Ratila, Jumat (17/7).

Untuk itu, katanya, di tahun ajaran baru 2020/2021 nanti, teknis pembelajaran di sekolah itu akan diatur sesuai tingkatan kelas.

Siswa yang duduk pada kelas IV, V, dan VI, akan melakukan proses KBM secara Daring menggunakan pola PJJ. Sedangkan siswa kelas I, II, dan III, akan melakukan KBM secara tatap muka. Namun semuanya berpatokan pada protokoler kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Untuk KBM tatap muka, dilakukan secara berkelompok pada lokasi tertentu. Namun dengan catatan, jaga jarak dan pakai masker,” terangnya.

Perubahan teknis pembelajaran itu dilakukan, supaya anak-anak bisa tetap belajar dengan baik, meskipun di tengah Covid-19. Pasalnya, melihat kondisi saat ini, kemungkinan PJJ masih akandiperpanjang, Sehingga perlu mencari metode baru, guna memastikan siswa belajar efektif.

“Sebagai kepala sekolah, sudah seharusnya saya mambuat itu. Berbagai cara harus dilakukan, supaya anak-anak ini mandapatkan pendidikan selama masa pendemi ini. Khusus bagi kelas kecil ini, karena mereka belum mamahami apa itu aplikasi yang di gunakan dalam pembelajaran Daring ini. Semoga kebijakan yang dilakukan, dapat membantu anak-anak ini,” tandas Ratila. (LAM)

Comment