by

Keluarga Korban Desak Nurlete Dihukum Berat

Ambon, BKA- Masuk kategori kejahatan luar biasa yang dilakukan terdakwa Adiman Nurlete Cs, maka hukumannya harus diberatkan.

Pasalnya dari persidangan di Pengadilan Negeri Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) , baik keterangan saksi memberatkan maupun meringankan semua mengarah pada keterlibatan terdakwa Adiman Nurlete ( 19 ). Bahkan sidang pada Selasa 2 Juni 2020 dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli menyatakan Alm Ridwan Abdullah Pattilouw meninggal di desa Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Malteng pada 16 Maret 2019 lalu, akibat luka tusukan benda tajam yang mengenai jantung.

Oleh karena itu, publik menilai dan mengharapkan majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), harus memberikan hukuman yang seberat beratnya kepada terdakwa Adiman Nurlete.

Selain menghukum terdakwa dengan seberat mungkin sesuai undang-undang yang berlaku, jaksa dan majelis hakim juga diminta agar menelusuri aktor utama dibalik kasus ini melalui pemeriksaan saksi-saksi dan bukti-bukti keterlibatan para terdakwa dalam kasus ini.

“Kita minta supaya dia (Adiman Nurlete) harus di hukum seberat mungkin, selain itu, aktor utama dalam kasus ini juga harus diungkap pak hakim dan pak jaksa,” ungkap Agam keluarga korban, ketika munghubungi Berita Kota Ambon, Kamis (4/6).

Menurut Agam, yang merupakan Anak dari almarhum, terdakwa Adiman Nurlete dalam memberikan kesaksian di pengadilan berbelit-belit alias tidak kooperatif, bahkan terdakwa dari awal sudah mengakui perbuatanya, namun dengan tiba-tiba bungkam lagi dengan keterbukaan dia dihadapan persidangan.

“Dengan bungkamnya terdakwa, maka harus menjadi pintu masuk jaksa menggali yang bersangkutan agar membuka kasus ini,supaya aktor dibalik kasus berdarah ini diungkap,” jelasnya.

Agam melanjutkan, berangkat dari fakta persidangan, terutama keterangan saksi mahkota terdakwa RT. Dikesaksiannya itu, terdakwa RT menerangkan kalau keterlibatannya terdakwa Adiman Nurlete dalam kasus itu sangat jelas. Sayangnnya terlihat didalam persidangan itu masih saja terdakwa Adiman Nurlete berdalih dengan berbagai alasan yang tidak jelas.

Dia menambahkan,mengenai keributan yang terjadi di persidangan yang dilakukan oleh keluarga terdakwa, kuat dugaan ada indikasi mengunakan cara intimidasi kepada saksi memberatkan, serta keluarganya, termasuk keluarga korban dan saksi mahkota. “Sehingga keluarga korban akan melaporkan kembali kasus ini ke Polres Maluku Tengah, sebab pengadilan adalah lambang kehormatan negara yang harus dijaga, sehingga oknum-oknum yang sengaja melakukan keributan dan kegaduhan dalam persidangan itu dipanggil dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya. (SAD)

Comment