by

Keluarga PDP Akan Jalani Rapid Test

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon lewat Gugus Tugas Covid-19, telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dari pasien dalam pemantauan (PDP) di Ambon yang meninggal pada hari Minggu (3/5) kemarin. Dalam waktu dekat, kelaurga tersebut akan jalani pemeriksaan rapid test.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengatakan, saat ini pihak keluarga masih dalam suasana duka, sehingga proses pemeriksaan lewat rapid test belum dapat dilakukan.

“Pasien yang kemarin meninggal itu kita tadi sudah mengkomunikasikan dengan keluarga ternyata memang mereka masih ada dalam kedukaan, dan kita memahami itu,” ujar Joy, kepada wartawan di Balai Kota, Senin (4/5).

Menurutnya, tenaga medis nantinya akan melakukan rapid tes kepada pihak keluarga sekaligus melakukan tracking (penelusuran) untuk mengetahui berapa banyak orang yang berkontak dengan almarhum.
“Komunikasi sudah dilakukan dan direncanakan besok atau lusa itu sudah dilakukan tracking dan selanjutnya rapid tes kepada keluarga,” ujarnya. .

Sementara untuk PDP yang meninggal pada Jumat (1/5) pekan lalu, tenaga medis juga telah melakukan tracking dan rapid tes terhadap 13 orang. Namun, hasil rapid test tidak dapat lagi diumumkan oleh Gugus Tugas untuk menghindari adanya miskomunikasi di masyarakat.

“Kalau yang meninggal pada hari Jumat itu sudah dilakukan yaitu ada 13 dan sudah rapid tes. Tapi hasilnya kita tidak bisa umumkan, nanti setelah swabnya keluar dulu baru kita umumkan,” terang dia.

Ia melanjutkan, ada 40 sampel pasien yang telah melakukan rapid tes namun itu merupakan sampel dari seluruh pasien yang ada di Maluku.
“Hasil swab itu harus di periksa di BTKL namun ternyata memang PCR di BTKL lagi gangguan. Sehingga kurang lebih ada 40 sampel yang sudah di kirim Balitbangkes Jakarta untuk nantinya diperiksa. Jadi kita menunggu hasilnya dari sana,” imbuhnya.

Sementara untuk hasil swab, Joy mengaku, sudah dapat diumumkan dalam pekan ini karena sampel telah dikirimkan sejak beberapa waktu lalu.
“Kalau hasil swab kita usahakan dalam minggu ini sudah bisa disampaikan.

Sebenarnya kalau PCR nya tidak rusak, dalam 1 atau 2 hari sudah bisa diumumkan. Memang selama ini kita tidak adil karena itu kita umumkan setelah hasil swab tes itu keluar, supaya masyarakat tahu bahwa yang bersangkutan ini benar Covid 19 atau tidak,” tegasnya.

Dan untuk pasien lainnya yang beberapa waktu lalu melakukan rapid tes dan hasilnya positif, saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi terkait penggunaan lokasi untuk isolasi terpusat guna memaksimalkan pemantauan terhadap pasien.

“Tadi (kemarin) juga sudah dikoordinasikan untuk kita lakukan isolasi terpusat pada provinsi punya beberapa lokasi yang kemarin digunakan untuk pelaku perjalanan. Dan sekarang kan tidak ada pelaku perjalanan, nah kita sedang koordinasikan untuk lokasi-lokasi itu digunakan untuk lokasi isolasi terpusat,” ucap Joy.

Sedangkan untuk memastikan pasien tidak melakukan kontak dengan keluarga maupun lainnya, Gugus Tugas Kota Ambon melalui puskesmas setempat terus melakukan pengawasan terhadap pasien setiap harinya.
“Kita juga ada pengawasan dari Dinas Kesehatan Kota lewat puskesmas setempat, lakukan pengawasan setiap hari dan dipantau. Kalau ada kondisi yang mengarah pada kondisi yang terkait, maka diambil langkah-langkah kesehatan,” pungkasnya.

Tempat terpisah, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang menambahkan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk memeriksa hasil swab dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami gangguan teknis saat itu. Sehingga swab almarhum yang sempat ditetapkan PDP itu, harus dikirim ke Labkes RI.

Sementara untuk hasil swab dari PDP kedua yang meninggal itu nantinya akan diperiksa di BTKL-PP kelas II Ambon.
“Yang dikirim ke Jakarta itu yang meninggal hari Jumat, kalau Minggu itu disini (Ambon) ” singkatnya. (DHT/BKA-1)

Comment