by

Kelurahan Nusaniwe Fokus Atasi Covid-19

Ambon, BKA- PEMERINTAH Kelurahan Nusaniwe, Kec. Nusaniwe, Kota Ambon, fokus mengatasi covid-19 dan menunda semua program yang sedang direncanakan. Kantor lurah yang terletak di Jalan Dr Malaihollo ini, lebih giat dalam penanganan covid-19 pasca adanya warga yang meninggal akibat terinfeksi.

“Program kita belum ada yang jalan karena adanya covid-19. Sementara yang jalan yaitu bansos tapi bagi program yang lain masih dalam proses pengajuan proposal. Kalau sebelumnya sudah ada program pemberdayaan masyarakat lewat pemberian modal usaha bagi warga. Selain itu juga ada pengadaan air bersih bagi masyarakat cuman belum selesai sampai sekarang,” tutur Lurah Nusaniwe, Syane Kaya saat di temui, Senin (13/7).

Syane menyebutkan, sebanyak 760 penerima bantuan sosial yang terdaftar di kelurahan Nusaniwe telah menerima program bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial meliputi PKH 143 KK , BPNT 175 KK dan BST 173 KK.

Selain itu juga, kata Syane, pihaknya mengadakan rapid test bagi warga setempat. Awalnya warga menolak mengikuti rapid tes, namun pasca ada warga yang meninggal akibat covid-19, maka warga sendiri yang ingin melakukan rapid tes.

“Tim kami sendiri bekerja dengan sangat cepat dalam mengatasi segala permasalahan terkait covid-19. Jika ada pengaduan maka kami dengan cepat mengambil tindakan yang diperlukan. Awalnya warga Pohon Mangga menolak diadakan rapid tes, namun setelah ada warga kami yang meninggal akibat covid, warga pun dengan sendirinya ingin mengikuti rapid test. Untuk itu saya meminta dinas kesehatan agar bisa sama-sama dengan kami untuk melakukan sosialisasi bagi masyarakat,” tambah Syane Kaya.

Ia mengakui bahwa setelah melakukan rapid test tidak ada warganya yang positif covid-19. Meskipun begitu Kelurahan Nusaniwe tidak bisa lagi di katakan zona aman covid-19 karena sudah pernah ada warga yang terinfeksi. Cepatnya penanganan dari Dinas Kesehatan dan pemerintah setempat, sehingga masalah warga terinfeksi bisa diselesaikan dengan cepat dan aman.

“Setelah dilakukan rapid tes, diketahui bahwa tidak ada warga yang terindikasi positif covid-19. Meski begitu kelurahan ini tidak bisa di sebut zona aman, karena sudah pernah ada warga yang positif. Awalnya zona aman namun kemudian bermunculan warga yang positif covid-19. Tapi sudah kami tangani dengan cepat hingga bisa terselesai,” tegasnya.

Untuk pembagian bansos sendiri, sambungnya, dilakukan di wilayah RW. Diakuinya, rencana awal pembagian dilakukan di Kantor Lurah, tapi demi mengikuti protokol kesehatan yang ada semua pengambilan bansos dilakukan di wilayah tempat tinggal melalui RW setempat.

“Sekarang ini bansos bulan juni sedang dibagikan. Jadi tidak ingin ada kerumunan maka kami bagikan sesuai RW. Jika ada warga yang datang ke sini untuk mengambil bansos maka akan kami arahkan ke RW masing-masing,” tutupnya.
(MG-1)

Comment