by

Kemenag Minta Masjid Ditertibkan

Ambon, BKA- Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Maluku, Jamaludin Bugis, menegaskan, agar sejumlah masjid yang melaksanakan shalat berjamaah untuk ditertibkan.

Penertiban sejumlah masjid yang masih melaksanakan shalat berjamaah tersebut, dirasa penting untuk mewujudkan himbauan pemerintah dalah upaya pencegahan penularan virus corona atau Covid-19.

Menurut dia, upaya penertiban tersebut tidak akan maksimal bila hanya dilakukan oleh Kanwil Kemenag Maluku dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku saja. namun harus didukung oleh elemen lainnya.

Karena sesuai data yang dimiliki oleh Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, pasca dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 tahun 2020, tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1443 H ditengan-tengah pandemi wabah Virus Corona 2019 (Covid-19), awalnya hanya ada 23 masjid yang masih melakukan shalat berjamaah.

Namun karena tidak ada keseriusan dari pemerintah daerah terkait hal ini, membuat jumlah masjid yang melakukan shalat berjamaah bertambah menjadi 30 masjid.

“Sebelumnya hanya tersisa 23 masjid yang masih melaksanakan ibadah berjamaah di masjid. Namun karena tidak ada sanksi tegas, maka sudah terdapat 30 lebih masjid melaksanakan kembali ibadah berjamaah, dari yang awalnya telah mengalihkan ibadah shalat di rumah masing-masing,” ungkap Plt. Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis, saat menghadiri rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku yang digelar di Kodam XVI Pattimura, pekan kemarin.

Lewat rapat yang dipimpin Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq, yang didampingi Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharuddin Djafar, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Yudi Handono, Plt Kakanwil Maluku itu meminta adanya dukungan sinergitas semua pihak, terutama Pemerintah Provinsi Maluku selaku lembaga pemerintah tertinggi di daerah, untuk melakukan penertiban tegas terhadap masjid-masjid yang masih melaksanakan proses ibadah shalat berjamaah, terkhusus saat momentum bulan suci Ramadhan.

“Yang kita khawatirkan adalah, bulan ramadhan nanti, karena ini adalah momentum seluruh ibadah dilaksanakan, dari tarawih hingga tadarus, yang rutin dijalankan setiap hari,” jelasnya.

Katanya, penertiban ibadah berjamaah di masjid penting untuk mencegah Covid-19 yang semakin berkembang di Indonesia, khususnya Maluku.

“Ini penting dilakukan karena pandemi Covid-19 terus meluas,” tandasnya mengingatkan.

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, selaku Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Maluku, Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, serta seluruh pejabat OPD lingkup Pemprov Maluku. (RHM)

Comment