by

Kemenag Terapkan Panduan Kurikulum Darurat Madrasah

Ambon, BKA- Bidang Pendidikan Madarah Kanwil Kemenag Maluku menerapkan panduan kurikulum darurat madrasah, guna mendukung pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Madrasah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, M. Yasir Rumadaul, mengatakan, panduan tersebut mengacu Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020, untuk dijadikan sebagai pedoman bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran di madrasah pada masa darurat Covid-19.

Rumadaul, menjelaskan, Kalender Pendidikan Daruat Covid-19 itu berlaku bagi jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Panduan tersebut bisa menjadi titik terang menjalani pembelajaran yang baik dan optimal di tengah pandemi, baik itu belajar di rumah maupun belajar di sekolah.

“Intinya adalah, waluapun kondisi wabah virus corona saat belum juga usai, pendidikan tidak boleh dihentikan. Dengan upaya -upaya maksimal walupun sifatnya sederhana, darurat dan sebagainya, tetapi sentuhan informasi-informasi pembelajaran itu tetap menjadi prioritas,” ujarnya, Rabu (3/6).

Panduan ini, lanjutnya, mulai berlaku ditahun pelajaran 2020/2021, tepatnya tanggal 13 Juli 2020. Sehingga dengan adanya panduan tersebut, diharapkan setiap pendidik bisa menyiapkan kurikulum secara optimal dengan penuh kreatif dan inovatif.

“Semua dilakukan agar setiap satuan pendidikan dapat menyiapkan kurikulum lebih awal. Satuan pendidikan juga dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” ucapnya.

Tambahnya, Kemenag juga menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2491 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2020/2021. Dengan adanya kalender, diharapkan bisa menjadi panutan bagi pengawas madrasah menjalankan belajar-mengajar.

Menurutnya, penerbitan Kalender Pendidikan Darurat Covid-19 ini sebagai bentuk respon atas kebijakan pemerintah yang sampai saat ini masih memberlakukan sistem pembelajaran dari rumah.

“Target pembelajarn tidak harus mengejar kurikulum. Tetapi jelasnya bahwa memberikan materi-materi inti, esensial yang harus diberikan kepada siswa sehingga siswa tidak kerepotan, atau kesulitan mencerna materi pelajaran yang begitu banyak seperti kurikulum yang umumnya,” tutur Rumadaul.

Kegiatan pembelajaran itu diatur sesuai dengan kondisi yang ada pada protokol kesehatan. Misalnya, untuk masuk madrasah berarti keputusanya dari pemda. Tetapi mekanisme internal tetap mengacu kepada mekanisme Kementerian Agama. Contohnya, materi pelajaran yang disampaikan itu tergantung pada Satker Madrasah.

Untuk itu, Rumadaul mengimbau kepada seluruh kepala madrasah di Maluku agar segera menggunakan kalender pendidikan darurat Covid-19, yang dikeluarkan Kementerian Agama ini dalam proses pembelajaran, baik di rumah maupun di sekolah.

“Kami juga sudah sampaikan kepada seluruh kepala-kepala madrasah melalui WhatsApp Group Kepala Madrasah dengan harapan agar sistem pembelajaran di madrasah harus mengacu pada kalender pendidikan yang dikeluarkan,”imbaunya. (RHM)

Comment