by

Kendala Covid-19, Sidang Kasus 170 Ditunda

Ambon, BKA- Sidang kasus 170 KUHP atau penganiayaan bersama yang menyeret tiga terdakwa yakni Lucas J. Pauno alias Lucas (19),Stevano Nehemia Fedik Veerman alias Man (18),Fabio Testy Latuperissa alias Fabio (21), harus ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Penundaan sidang ini disebabkan, tiga terdakwa harus menjalani karantina terkait Covid-19 di Rutan Kelas II A Ambon selama 14 hari ke depan.

Penasehat hukum terdakwa Izack Frans yang dihubungi Berita Kota Ambon melalui selulernya, mengatakan, perkara penganiayaan ini sudah tertunda dua pekan kemarin. Hal ini dikarenakan kliennya harus menjalani masa karantina sesuai protap kesehatan tim gugus Tugas Covid-19.

“Jadi tiga orang terdakwa masih dikarantina, ini kan sudah dua minggu kemarin, jadi nanti besok saya akan koordinasi lagi apakah sudah selesai masa karantina atau belum,” jelas Frans Minggu ( 5/7).

Menurut dia, sidang kasus 170 tersebut, tinggal menunggu agendan tuntutan JPU Kejari Ambon saja, sebab semua pemeriksaan saksi-saksi fakta maupun pemeriksaan para terdakwa pun sudah dilakukan beberapa pekan kemarin.

“Jadi sidang agenda berikutnya ini, agenda tuntutan JPU, dan sebagai penasehat hukum, pasti kita mau ancaman yang disampaikan JPU tidak terlalu berat. Tapi hal itu tidak menjadi kewenangan kita, prinsipnya kita akan bekerja semasimal mungkin dalam membela klien kami dari jeratan hukum yang dialami tiga terdakwa,” tandasnya.

Disisi lain, JPU menjerat ketiga terdakwa melanggar pasal berlapis, selain pasal 170, ketiganya juga didakwa melanggar pasal 80 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak.

Persidangan kasus ini dipimpin ketua majelis hakim yang dipimpin Felix R. Wuisan dibantu Jenny Tulak dan Essau Yerisitouw selaku hakim anggota, sedangkan tiga terdakwa didampingi tim penasehat hukumnya Izack Frans, Reynald Sahetapy dan Ferry Latupeirissa.

JPU Chaterina Lesbata, dalam berkas dakwaanya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan ketiga terdakwa terjadi pada 2 Februari 2020 sekitar pukul 16.30 WIT tepatnya di pantai Santai Beach Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya terdakwa Lucas J. Pauno alias Lucas melihat korban sedang berada di pantai Santai Beach. Sehingga dia mengajak dua rekan terdakwa bersama saksi Filep Latuputty untuk sama-sama menemui korban, karena sebelumnya korban sempat mengeluarkan kata kepada terdakwa kalau ingin mengajak terdakwa Lucas berkelahi.

Sampai di TKP, terdakwa langsung menghadang korban, dengan mengatakan kalau korban yang ajak mereka berkelahi.

“Ian (Korban) Ose (Kamu) yang ajak bakupukul (berkelahi) kah?. Sambil korban juga mengiakan “Iya”. Dari situ, korban langsung lebih dulu memukul terdakwa sehingga terdakwa Lucas kembali membalas dengan memukul korban sebanyak satu kali.

Setelah itu, korban sempat berlari dan melompat di dalam air, kemudian kedua terdakwa lainnya yakni Stevano Nehemia Fedik Veerman, Fabio Testy Latuperissa mengikuti korban lalu melakukan penganiayaan bersama-sama.

Atas tindakan yang dilakukan ketiga terdakwa, korban mengalami luka berdasarkan visum dokter, luka robek dibagian kepala sebelah kanan, kepala bagian kiri mengalami bengkak, dan juga luka pada ujung jari kaki dan beberapa bagian tubuh korban mengalami luka-luka yang cukup serius, jelas JPU. (SAD)

Comment