by

Ketua Saniri Negeri Latuhalat Bakal Dipolisikan

Ambon, BKA- Ketua Saniri Negeri Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Anthon Lekatompesy bakal dipolisikan kuasa hukum Klara Lusikooy istri dari Dominggus Saija selaku tersangka kasus RMS yang ditangkap di Negeri Latuhalat oleh anggota Polsek Nusaniwe pada 25 April 2020 kemarin.

Thomas Wattimury kuasa hukum dari Klara Lusikoy kepada Berita Kota Ambon mengungkapkan, Ketua Saniri Negeri Latuhalat, Anthon Lekatompesy akan dilaporkan ke kantor Dit Reskrimsus Polda Maluku karena diduga telah melakukan pembohongan publik dengan mengeluarkan statemen di salah satu media Online Maluku, kalau kliennya (Klara Lusikooy) turut bersama-sama mengetahui aksi terlarang yang dilakukan suaminya terkait menaikan bendera RMS.

Kata Wattimury, pernyataan dari Ketua Saniri Negeri itu, harus dibuktikan dengan fakta dan data. Sehingga dirinya memilih akan memproses yang bersangkutan ke ranah hukum.”Kita akan minta ketua Saniri Negeri membuktikan apa yang sudah disampaikan ke media saat ini. Sebab dari pernyataan yang disampaikan itu, sangat menyudutkan klien saya,” jelas Watimury di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (1/5).

Pengacara Kondang itu melanjutkan, selain menuduh mengetahui hal tersebut, ketua Saniri Negeri juga menyampaikan kalau Klara bersama suaminya itu sebelum menaikan bendera RMS, keduanya melakukan upacara ridwal terlebih dahulu.

“Bukan hanya itu, dia juga menyampaikan kalau Warga Latuhalat akan mengeluarkan mereka dari tempat tinggalnya di Latuhalat karena bukan orang asli dari Latuhalat. Makanya hal ini kita mau buktikan. kita akan polisikan dia,” tutur Wattimury.

Hal ini diadukan ke polisi karena, tambah Watimury, sesuai pengakuan Klara Lusikooy , dirinya tidak pernah mengetahui langkah atau aksi yang dilakukan suaminya itu. Sebab dirinya berprofesi sebagai tenaga pendidik di salah satu sekolah di Kota Ambon. Sehingga apa yang dilakukan suaminya itu sama sekali tidak diketahui istrinya. Kemudian, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Senin (4/5) besok. Ketua Saniri akan dilaporkan secara resmi di Dit Reskrimsus Polda Maluku.

“Klien saya itu PNS. tidak mungkin dia mau lakukan hal seperti itu. Jadi memang sekali lagi apa yang disampaikan ketua Saniri Negeri itu sangat mencoreng nama baik secara pribadi dan keluarganya,” tandas Wattimury. (SAD)

Comment