by

Kinerja Bank Maluku Malut Terus Meningkat

Ambon, BKA- Terhitung sejak 2018 hingga 2019, kinerja PT Bank Maluku Maluku Utara terus meningkat. Hal ini terbukti dengan meningkatkan jumlah Laba Bersih dari 2018 hingga 2019.

Direktur Utama PT Bank Maluku Maluku Utara, Aried Burhanudin Waliulu, mengatakan, rata-rata pencapaian kinerja bank tersebut sudah sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) yang terus meningkat.

“Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya laba bersih dari 2018 mencapai Rp 222 miliar, sedangkan di tahun 2019 mencapai Rp 233 miliar. Jadi untuk 2019 ini meningkat 100 persen, karena yang kami targetkan Rp 230 miliar. Tapi capaian kami Rp 233 miliar,” ungkapnya, dalam konferensi pers di Kantor Bank Maluku Maluku Utara, Selasa (23/6).

Didampingi Komisaris Utama PT Bank Maluku Maluku Utara, Muhamad Armyn Syarif Latuconsina, Komisaris, H. Nadjib Bachmid, Direktur Pemasaran, Jetty Likur, serta Direktur Kepatuhan, Abidin, Waliulu juga menyampaikan, berdasarkan
RUPS Tahunan Tahun 2020 yang dilakukan PT Bank Maluku-Maluku Utara dilaksanakan secara Circular Letter yang telah diedarkan 12 Juni 2020 kepada 22 pemegang Saham di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, yaitu terdiri dari dua provinsi dan 20 kabupaten/kota.

Seluruh Pemegang Saham PT Bank Maluku Maluku Utara memberikan persetujuan tertulis dengan suara bulat, untuk diambil keputusan sesuai Salinan Akte Pernyataan Keputusan Sikuler Para Pemegang Saham PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara, Nomor 15 tanghal 22 Juni 2020 oleh Notaris.

“Telah disetujui pertanggungjawaban kinerja keuangan Tahun Buku 2018 dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Maluku Maluku Utara Tahun Buku 2019. Penetapan pembagian Laba Bersih Tahun Buku 2019, dengan perincian, Laba Bersih sebesar Rp 151,228,327,106 (seratus lima puluh satu milyar dua ratur dua puluh delapan juta tiga ratus dua puluh tujuh ribu seratus enam rupiah) yang diperuntukan: Sebagai cadangan sebesar 43 persen dari laba bersih atau sejumlah Rp 65,053,980,656 dan sebagai deviden sebesar 57 persen dari laba bersih atau sejumlah Rp 86,234,346,450,” sebutnya.

Selain itu, sambungnya, ada juga persetujuan mengenai penetapan pembagian deviden kepada Pemegang Saham Tahun Buku 2019. Menyetujui penyerahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan atau Kantor Akuntan Publik (KAP), dalam rangka melaksanakan audit Laporan Keuangan Tengah Tahunan (LKTT) dan Laporan Keuangan Tahunan (LKT) Tahun Buku 2020. Serta menyetujui penyerahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk mengesahkan Setoran Modal Pemegang Saham Tahun 2020.

Sementara, lanjutnya, kinerja Triwulan I (Maret 2020) sesuai RBB Tahun 2020 dilaksanakan pada setiap Triwulan dan pada Triwulan I telah dilakukan evaluasi realisasi terhadap rencana RBB dengan OJK wilayah Maluku pada 6 Mei 2020.

“Tentu ada revisi dalam keadaan seperti ini. Dimana revisi RBB untuk Triwulan III dan IV sementara dikaji, akibat pengaruh Covid 19 dan usulan revisi tersebut akan disampaikan ke OJK pada bulan ini. Indikator Keuangan Utama yang direncanakan untuk direvisi, yaitu Pertumbuhan Kredit, Dana Pihak Ketiga, Asset dan Laba. Nantinya juga pelaksanaan RUPS Luar Biasa Tahun 2020, direncanakan dilakukan pada waktu yang akan ditentukan kemudian,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Komisaris Utama PT Bank Maluku Maluku Utara, Muhamad Armyn Syarif Latuconsina, mengakui, semenjak dua tahun terakhir kinerja Bank Maluku Maluku Utara cukup baik.

“Sejak ditetapkan sebagai Komisaris Utama, yang saya amati adalah kinerja bank semakin baik. Itu terbukti bahwa kinerja Direksi sangat baik dalam upaya pencapaian-pencapaian melalui Rencana Bisnis Bank. Harapannya bisa lebih baik serta mempertahankan kinerja dengan potensi yang ada. Melalui RUPS yang sudah digelar untuk mengisi kepengurusan yang ada, tentunya berdampak pada kesehatan bank.
Capaian yang diharapkan melalui bisnis bank sangat baik. Sehingga, komitmen saya, bank ini harus bisa memberikan dampak bagi proses pembangunan di Maluku,” tegasnya. (KJH)

Comment