by

Kinerja Kajari Masohi Diapresiasi Warga

Ambon, BKA- Kinerja Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Juli Isnur, mendapat apresiasi dari warga. Terutama keluarga korban alm Ridwan Abdullah Pattilouw yang terjadi di desa Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pada 16 Maret 2019 lalu.

Sosok Juli Isnur diberikan apresiasi karena sudah menunjukan gebrakan prestasi yang profesional dalam mengusut kasus pembunuhan alm Ridwan Abdullah Pattilouw sehingga tersangka utama dibalik kasus ini sudah dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Ida Pattilouw, Anak dari korban, kepada Berita Kota Ambon mengungkapkan, keluarga mereka sangat mengapresiasi langksh pengusutan kasus yang dilakukan Kajari Malteng bersama dengan tim JPUnya.

Kata dia, didalam persidangan perkara dengan terdakwa RT. Yang telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Masohi dengan penjara selama delapan tahun. Dan dinyatakan bersalah melanggar pasal 365 KUHP.

Ternyata terbongkar di persidangan itu lagi kalau pelaku pembunuhan terhadap korban tidak hanya satu orang sehingga melalui persidangan dan keterangan saksi fakta, majelis hakim langsung menyatakan tersangka lain dalam kasus ini yaitu AN.

“Kini berkas tersangka AN sudah dalam perampungan JPU, bahkan sesuai koordinasi yang kita bangun, Jumat (15/5) kemarin, berkas AN sudah dilimpahkan ke PN Masohi, tinggal menunggu agenda persidangan perdana,” jelas Ida melalui selulernya, Minggu (17/5) kemarin.

Dia juga menuturkan, kasus pembunuhan yang menyebabkan hilangnya nyawa ayahnya itu, terhitung sudah satu tahun lebih bergulir di penyidik polisi dan Kejaksaan, namun ketika kasus ini ditangani Kajari Masohi, Juli Isnur, barulah ada titik terang. Bahkan, fakta-fakta yang selama ini terjadi di tempat kejadian perkara (TKP) semuanya perlahan-lahan mulai terbongkar di publik dan dipersidangan.

“Semua ini atas kinerja dari pak Kajari saja, makanya kita keluarga dan kerabat dan saudara semua mengapresiasi langkah yang dilakukan pak Kajari Malteng,” imbuhnya.

Menurutnya, kasus dengan motif pencurian dan kekerasan di malam hari ini, dipastikan majelis hakim dan jaksa akan menggali semua latar belakangnnya di persidangan, supaya apa yang terselubung dalam kasus ini bisa terbuka.

“Jadi selain kita masyarakat di Desa Pasanea, masyarakat di Desa Lisabata Kabupaten SBB juga mengapresiasi kinerja pak Kajari. Pada kesempatan ini ibu saya (istri almarhum), mengaku sudah memaafkan tersangka AN namun tersangka harus menyampaikan dipersidangan tentang maksud dan tujuan dia melakukan aksi ini, serta aktor dibalik semua ini, sebab tidak dapat ditutup-tutupi lagi, sekarang ini bulan puasa sebagai umat islam kita patut jujur, terbuka dan memaafkan,” tandas Ida. (SAD)

Comment