by

Kisah Santi Cazorla yang Mendapatkan Kehidupan Kedua dan Jadi Raja di Qatar

Sempat absen 2 tahun karena cedera, eks Arsenal yakni Santi Cazorla kini mendapatkan kehidupan kedua dengan meraja di Qatar bersama klub barunya, Al-Sadd.

Santi Cazorla mencatatkan rekor saat membantu klubnya, Al-Sadd, mengalahkan Al-Ahli SC pada pekan ke-16 Liga Qatar, Sabtu (13/02/21) lalu. Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Al-Sadd itu, sang gelandang veteran tercatat menorehkan 1 assist.

Tambahan 1 assist itu membuat Cazorla kini telah mengoleksi 10 assist di musim perdananya bersama Al-Sadd di Liga Qatar. Raihan itu semakin istimewa karena ia sebelumnya juga telah mencatatkan 10 gol, sehingga kini tercatat menembus dua digit dalam hal gol dan assist.

Hebatnya lagi, catatan tersebut diraih Santi Cazorla hanya dalam 16 pertandingan pertamanya di liga yang terbilang baru untuknya.

Santi Cazorla baru bergabung dengan Al-Sadd di bursa transfer musim panas lalu dari Villarreal. Sempat disebut bakal pensiun dan kembali ke Arsenal sebagai pelatih, ia justru memilih bertualang ke Qatar dan menerima pinangan klub yang diasuh legenda Barcelona dan eks rekannya di timnas Spanyol, Xavi Hernandez.

Kedekatan keduanya membuat Xavi memberikan kepercayaan penuh kepada Cazorla. Terbukti, dari 16 laga yang sudah dijalani Al-Sadd di Liga Qatar, Cazorla tak pernah absen dan selalu menjadi starter, meski tak selalu tampil penuh 90 menit.

Kepercayaan itu membuat Cazorla menunjukkan performa terbaik. Bagi Xavi dan Al-Sadd sendiri, kegemilangan sang gelandang berdampak sangat baik bagi mereka.

Al-Sadd kini memuncaki klasemen sementara Liga Qatar dengan 44 poin dari 16 pertandingan, hasil dari 14 kemenangan dan 2 seri. Mereka unggul 13 poin dari peringkat kedua Al-Duhail.

Mereka juga menjadi tim tertajam dengan 63 gol, unggul 24 gol dari Al-Duhail yang menjadi tim tertajam kedua. Dengan 10 gol dan 10 assist, Cazorla pun berkontribusi terhadap nyaris sepertiga gol yang dicetak timnya musim ini.

Dengan situasi ini, Al-Sadd pun menjadi kandidat kuat menjuarai Liga Qatar musim ini, dan hal itu tidak lepas dari kontribusi besar Santi Cazorla.

Bangkit Kembali usai Nyaris Amputasi

Dengan pengalamannya bermain 11 musim di LaLiga Spanyol dan 6 musim di Liga Inggris, dan fakta bahwa ia kini bermain di liga yang berkualitas lebih rendah, membuat sejumlah pihak menilai torehan Santi Cazorla di Liga Qatar tak terlalu istimewa.

Namun, dengan mempertimbangkan usianya yang sudah 36 tahun, serta pengalaman cedera parah yang dialaminya, prestasi Cazorla bersama Al-Sadd tentu tak bisa dipandang sepele.

Seperti diketahui, semasa membela Arsenal, sang gelandang pernah mengalami cedera parah yang membuat kakinya terancam diamputasi. Kariernya pun diyakini sudah berakhir ketika itu.

Namun, Cazorla kemudian memutuskan meninggalkan Arsenal di akhir masa kontraknya dalam kondisi masih cedera, dan bergabung dengan klub lamanya, Villarreal, di bursa transfer musim panas 2018.

Ia pun akhirnya kembali merumput di lapangan hijau setelah absen kurang lebih dua tahun dengan tampil menghadapi Hercules di laga persahabatan pada 17 Juli 2018, setelah terakhir tampil bersama Arsenal pada 19 Oktober 2016.

Sudah berusia 34 tahun dan baru pulih dari cedera berat, Santi Cazorla terbukti masih bisa jadi andalan Villarreal. Di musim 2018/2019, ia tampil 46 kali di semua kompetisi, dengan sumbangan 7 gol dan 11 assist.

Penampilan gemilangnya pun membuahkan panggilan kembali ke timnas Spanyol pada Juli 2019 setelah absen 4 tahun.

Di musim 2019/2020, ia meneruskan performa apiknya dengan 13 gol dan 17 assist dari 45 laga di semua kompetisi. Namun, pada akhir musim ia memutuskan pergi dan menerima pinangan Al-Sadd.

Kepindahan itu pun pada akhirnya terbukti menjadi keputusan yang tepat bagi mantan bintang Arsenal itu. Dengan usianya yang sudah 36 tahun, Cazorla kini sukses merajai Liga Qatar bersama Al-Sadd dan bahkan berpeluang besar menutup musim ini dengan gelar juara.

(INT)

Comment