by

KNPI Desak Disdik Secepatnya Atasi Keluhan Siswa

Ambon, BKA- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Provinsi Maluku, untuk secepatnya mengatasi keluhan para siswa dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Wakil Ketua bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KNPI Maluku, Jopi Ferdinandus, mengatakan, sejak PJJ dilakukan hingga saat ini, para siswa terus mengeluhkan pola pembelajaran yang dilakukan secara Daring itu, diantaranya, menumpuknya tugas dari guru, kesulitan membeli pulsa atau pulsa data, serta minim fasilitas pembelajaran online.

“Atas berbagai keluhan itu, KNPI Maluku mendesak pihak Disdik Provinsi Maluku dan kabupaten/kota, khususnya Disdik Kota Ambon untuk secepatnya mencarikan solusi kepada adik-adik kita ini. Kasihan, kalau setiap hari orangtua mereka beli pulsa, maka dapat mempersulit kehidupan mereka ditengah pandemi ini. Untuk makan saja sulit, apalagi mau beli pulsa atau HP andoroid. Ini yang harus diselesaikan dulu, sebelum PJJ ini dilakukan di tahun ajaran baru,” kata Ferdinandus, Minggu (26/7).

Menurutnya, berbagai kebijakan telah diambil oleh Pemerintah Pusat (Pempus), dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Diantaranya, sekolah diberikan kewenangan untuk mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu siswa dan para guru selama pandemi Covid-19, untuk dalam menunjang proses PJJ.

Tapi kenyataannya, masih banyak sekolah yang belum melakukan kebijakan tersebut. Untuk itu, dia meminta kepada pihak Disdik untuk segera mengintruksikan kepada semua tingkatkan sekolah, mulai dari SD hingga SMA, untuk segera mengalokasikan anggaran untuk pembelian pulsa bagi siswa dan para guru.

“Pembelajaran Daring yang kita ketahui, bahwa aktivitas tugas-tugas pembelajaran dapat bervariasi antar siswa, dengan mempertimbangkan akses atau fasilitas dirumah. Sehingga Kemendikbud tentunya sejak awal sudah menetapkan prioritas ulang dalam kebijakan serta alokasi sumber daya anggaran. Bahwa sudah ada Permendikbud Nomor 19 tahun 2020 yang memberikan fleksibilitas penggunaan Dana BOS. Sehingga dana BOS ini dapat digunakan untuk pembelian pulsa internet, atau layanan pendidikan Daring yang berbayar bagi guru dan siswa, dalam rangka pembelajaran dari rumah. Namun belum semua sekolah lakukan peraturan tersebut. Karena itu, kami meminta kepada Disdik Provinsi maupun kabupaten/kota untuk segera mengintruksikan semua tingkatkan sekolah alokasikan dana BOS untuk bantu adik-adik kita ini. jangan biarkan mereka mengeluh terus, ”tuturnya

Dirinya mengatakan, siswa tidak akan merasakan pembelajaran yang sesungguhnya, selama sekolah belum menjawab keluhan dari para siswa ini. Karena itu, secepatnya sekolah sudah harus meresponi berbagai keluhan yang ada, supaya tidak mempengaruhi proses belajar mereka selama masa Covid-19 ini.

“Supaya keluhan yang dihadapi siswa bisa terastasi secara perlahan-lahan. Sebab kita tidak bisa memaksa siswa dalam proses pembelajaran Daring, kalau banyak kendala yang ada ini belum direspon oleh pihak dinas maupun sekolah. Entah itu data internet maupun medianya. Mari secara perlahan kita benahi, apa yang menjadi keluhan siswa. Semoga ini secepatnya diatasi,” pungkas Ferdinandus. (LAM)

Comment