by

Komisi II Panggil PLN UIW M2U

Rp 700 Ribu Untuk Sambung Baru Dinilai Mahal

Ambon, BKA- Biaya pemasangan instalasi rumah pelanggang pasang baru sebesar Rp 700 ribu, dinilai Komisi II DPRD Maluku terlalu mahal, seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat Kecamatan Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Untuk itu, mereka mengundang PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara, untuk membahas persoalan itu, di ruang Komisi II DPRD Maluku, Rabu (26/8).

“Biaya instalasi 700 ribu rupiah itu sangat berat bagi masyarakat. Rinciannya, biaya adiminstra Rp 400 ribu, ditambah biaya pemasangan satu kontak itu 100 ribu. Jadi kalau satu rumah tiga kontak, maka biayanya menjadi 700 ribu,” kata Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saudah Tethol.

Memang biaya pemasangan instalasi rumah pelanggang pasang baru, sudah bukan menjadi tanggung jawab pihak PLN. Tapi PLN dapat berkoordinasi dengan pihak ketiga atau perusahan jasa instalasi listrik yang menangani instalasi di rumah pelanggang pasang baru.

Dia berharap, dari hasil koordinasi antara pihak PLN dengan pihak ketiga, biaya pemasangan baru instlasi listrik dapat diturunkan, seperti keluhan masyarakat Kecamatan Letti di Kabupaten MBD.

“Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini, lewat GM Pemasaran tadi bisa terealisasi. Apalagi daerah ini merupakan daerah 3T, yang masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, di harapkan diturunkan sebesar 50 persen,” harapnya.

Dirinya, juga mengharapkan agar PLN juga bisa mensosialisasikan masalah biaya pemasangan ini kepada masyarakat, apalagi terkait dengan pemotongan 50 persen untuk 450 VA. Sehingga masyarakat mengetahuinya.

Sementara itu, Manager Strategi Pemasaran PLN Wilayah Maluku, Sonny Abraham, mengatakan, PLN akan mengadakan program listrik pedesaan, yang mengharuskan semua desa di Maluku dialiri listrik.

“Di Maluku belum semua desa teraliri listrik. Namun PLN tetap berusaha agar semua desa teraliri listrik sesuai dengan program pemerintah,” ujar Abraham.

Menyangkut masalah tarif listrik di Desa Watratan dan Selwaru, nantinya dari UP3 di Saumlaki yang akan melakukan sosialisasi. Sehingga tidak ada kesimpangsiuran tentang tarif listrik disana. “PLN ada mempunyai program untuk desa tertinggal, yaitu diskon 50 persen untuk daya 450 dan 900 VA dan itu yang akan disosialisasikan,” pungkasnya.(RHM)

Comment