by

Korban Gempa Diminta Bersabar

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy meminta masyarakat kota Ambon terkhusus korban gempabumi tahun 2019 lalu, untuk tetap bersabar dengan bantuan bencana yang telah salurkan BNPB sebelumnya. Sebab, hingga saat ini dana gempa belum dapat dicairkan oleh Pemerintah Kota.

“Masyarakat sabar sedikit dulu untuk itu,” pinta Louhenapessy, kepada wartawan usai menghadiri salah satu kegiatan di hotel Marina, Kamis (16/7).

Walikota dua periode ini mengaku, pencairan dana bantuan kepada masyarakat korban gempa 2019 belum dapat dicairkan hingga saat ini. Dikarenakan Pemerintahan Kota sendiri mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

Pasalnya, saat ini Kota Ambon sedang berada dalam suasana pandemi Covid 19. Karena seluruh masyarakat ada dalam suasana kesulitan terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok, lantaran adanya pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah.

Dengan begitu, dana tersebut belum dapat dicairkan demi mencegah masyarakat yang bisa memanfaatkan dana tersebut untuk membeli bahan pokok dan bukan untuk membangun rumah sesuai dengan peruntukan dari dana tersebut.

“Dananya sudah ada, cuma kita jaga jangan sampai itu di manfaatkan salah. Sekarang kalau dalam situasi begini lalu kalau kita kasih mereka punya dana, mereka tidak bikin rumah mereka beli sembako,” tukasnya.
Ia juga meminta masyarakat yang merupakan korban gempa untuk dapat bersabar, karena pemerintah masih menunggu waktu yang tepat untuk mencairkan dana tersebut. Dan dana ini tidak akan dipakai Pemerintah Kota, karena sudah merupakan hak dari masyarakat yang terdampak bencana gempa dasyat 2019 lalu.

“Kita menunggu waktu yang pas. Itu kan mereka punya hak kecuali kita pakai untuk putar dananya boleh, memang kita jaga jangan sampai itu,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demmy Paais menilai, dana korban gempa telah ditransfer oleh pihaknya ke rekening masing-masing korban bencana. Namun tidak dapat digunakan karena belum ada tim atau kelompok yang dibentuk.

“Tidak ada masalah, cuma itukan dana sudah di transfer ke rekening masyarakat masing-masing. Tapi masyarakat korban itu mereka tidak bisa kelola dana itu,” ungkapnya.

Untuk dana tersebut sementara ini sedang dibekukan karena masyarakat korban bencana tidak dapat menggunakan dana tunai tersebut secara langsung. Yakni perlu membentuk tim agar dapat memantau penggunaan anggaran, sehingga tidak disalahgunakan.

“Itu harus dikelola oleh tim yang akan langsung tangani mereka punya pembangunan rumah. Makanya dana itu sudah ditransfer ke masyarakat tapi sementara di blokir,” pungkasnya.

Comment