by

Korupsi Panel Surya SBT “Hilang Jalan”

Ambon. BKA- Penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan panel surya (solar cell) di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang ditangani Kejari SBT terkesan hilang jalan.

Padahal terhadap proyek solar cell yang dibangun untuk pemasangan 350 unit lampu jalan itu sejak kepemimpinan mantan Kajari SBT, Riyadi, tim penyelidik sudah melakukan peninjauan langsung dilapangan (on the spot). Tapi kini, dibawah kepemimpinan Muhammad Ilham, pengusutan kasus tersebut tidak ada progres.

Praktisi Hukum di Maluku, Marnex Salmon, mengungkapkan, jika ada penanganan kasus dugaan korupsi yang terkatung-katung, maka aparat penegak hukum yang menangani langsung kasus tersebut perlu ditelusuri.

Misalnya saja, penanganan kasus korupsi Panel Surya SBT. Sampai kini sudah ada pergantian pimpinan baru di lingkup Kejari SBT tapi nyatanya. tidak ada perkembangan yang dilihat publik dalam perkara ini.

“Kajari yang baru saja dilantik harus konsisten dalam menangani kasus korupsi di SBT. Semua laporan dugaan korupsi di daerah tersebut harus menjadi perhatian Kajari, sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat itu bisa tercapai,” ungkap Salmon, Kamis (13/8).

Menurutnya, di negara ini tidak ada orang yang kebal hukum. Sehingga tidak ada alasan, jika Kajari SBT mem-peti-es-kan kasus ini, ketika proses penyelidikan sudah berjalan sejauh ini.

“Kalau penyelidikan berjalan, lalu terhenti ditengah-tengah, itu berarti patut dipertanyakan. Apa alasannya? Buktinya ada atau tidak? Jadi seperti itu,” tandas Samlon.

Terpisah, Kasi Intel Kejari SBT, Stendo, yang coba dikonfirmasi melalui selulernya, tidak terhubung.

Sementara sumber di Kejari SBT mengungkapkan, penyelidikan kasus dugaan korupsi Panel Surya SBT sampai kini belum ada tanda-tanda dilakukan penyelidikan lanjut.

Namun dia tidak mau mengungkap, alasan yang membuat penyelidikan kasus itu terhambat. “Begini sudah, kita ini bawahan, jadi tidak bisa berkomentar lebih jauh,” tandas dia, Kamis (13/8).

Sesuai data yang dihimpun BeritaKota Ambon, proyek pengadaan solar cell senilai Rp 11 miliar lebih ini diduga berbau mark- up. Proyek yang bersumber dari APBD 2017 ini dikerjakan oleh PT Tawotu milik sugeng Hardiyanto Tandjung.

Tandjung dinyatakan sebagai pemenang tender proyek ini dengan nilai penawaran Rp 11.153.826.000.00,- dari PAGU anggaran Rp 11.219.113.000.00,-

Anggaran proyek tersebut diketahui cair 100 persen, padahal dilapangan ternyata sebagian lampu belum terpasang di lokasi-lokasi jalan,bahkan ada sebagian lampu yang sudah padam. (SAD).

Comment