by

Korupsi Panel Surya SBT Minta Diawasi Kajati

Ambon, BKA- Direktur LIRA Maluku, Jan Sariwating, meminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku agar dapat mengawasi proses penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan panel surya (solar cell) yang dibangun untuk 350 unit lampu jalan di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang ditangani Kejari SBT.

Sebab dalam penyelidikan kasus ini, hampir dalam beberapa bulan terakhir ini, tidak pernah ada progres penyelidikan yang dilakukan tim Korps Adhyaksa di Kejari SBT.

Dengan mandeknya penyelidikan kasus yang diduga menelan uang negara bernilai miliaran rupiah itu, maka Kajati Maluku, Rorogo Zego, harus dapat mengawasi proses penyelidikan kasus ini.

“Baru-baru saya dengar kasus ini masih dalam penyelidikan jaksa, tapi itu tahun 2019 lalu. Sekarang ini, kabar penyelidikan kasus itu tidak pernah diketahui lagi. Ini harus menjadi perhatian pimpinan, dalam hal ini Kajati Maluku,” ungkap Sariwating, kepada Beritakota Ambon, Selasa (18/8).

Apalagi lanjut dia, Kajari SBT saat ini sudah ditempati Kajari yang baru, maka sebagai LMS harus mengawal proses penyelidikan kasus ini. “Tujuannya hanya satu, supaya ada kepastian hukum dalam penyelidikan kasus ini,” imbuhnya.

Dia pun berharap, Kajati Maluku dapat memanggil Kajari SBT untuk dapat mempresentasikan progress penanganan kasus itu. “Ini aspirasi masyarakat yang kami serap. Makanya melalui corong media, kita sampaikan hal ini. Harapan saya, semoga ke depan, kasus ini secepatnya ditingkatkan ke penyidikan sekaligus penetapan tersangka dilakukan,” tandasnya.

Sebelumnya, eks Kepala Kejaksaan Negeri SBT, Riyadi, ketika ditemui koran ini pada 12 februari 2020 lalu, mengatakan, Kejari SBT sedang mengusut kasus dugaan korupsi proyek panel surya milik Bidang Cipta Karya Dinas PU Kabupaten SBT, dengan anggaran yang berasal dari APBD 2017 sebesar Rp 11,153 miliar.

“Saat diperiksa, memang anggarannya senilai Rp.11,153 miliar dari APBD SBT Tahun 2017. Dan saya sudah cek dilapangan, lampunya ada beberapa mati, padahal anggarannya cair 100 persen,” ungkap Riyadi.

Dari bukti-bukti yang dikantongi jaksa, kata dia, kasus ini dalam waktu dekat dilimpahkan ke bagian pidsus untuk ditindak lanjuti proses penyelidikan. Karena saat ini berkas perkara proyek berbau korupsi dengan anggaran miliaran rupiah itu masih dalam penyelidikan bagian intelejen.

“Saya nanti Ke SBT dalam waktu dekat ini, langsung saya limpahkan berkasnya ke bagian pidsus,” jelasnya.

Dikatakannya, tim penyelidik Kejari SBT saat ini sudah memeriksa beberapa orang saksi, diantaranya, saksi PPK, Bendahara PU, dan panitia pemeriksa barang. “Saksi-saksi yang saya sebutkan itu sudah kita periksa. Tinggal saja menunggu berkas ke pidsus, baru kita lakukan pemeriksaan lagi terhadap kasus ini,” katanya.

Sesuai data yang dihimpun Berita Kota Ambon, untuk proyek pengadaan solar cell senilai Rp 11 miliar lebih ini diduga berbau mark- up.

Proyek yang bersumber dari APBD 2017 ini dikerjakan oleh PT Tawotu milik Sugeng Hardiyanto Tandjung. Dia dinyatakan sebagai pemenang tender proyek ini dengan nilai penawaran Rp 11.153.826.000.00,- dari PAGU anggaran Rp 11.219.113.000.00,-

Anggaran proyek tersebut diketahui cair 100 persen, padahal dilapangan ternyata sebagian lampu belum terpasang di lokasi-lokasi jalan, bahkan ada sebagian lampu yang sudah mati. (SAD).

Comment