by

KTPK Diresmikan, Masyarakat Diminta Patuhi Aturan

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, akhirnya meresmikan kawasan pasar tradisional Mardika sebagai Kawasan Tertib Protokol Kesehatan (KTPK). Masyarakat, baik pedagang maupun pembeli yang ada, diminta patuhi aturan yang telah ditetapkan.

Penetapan KTPK ini sebagai kawasan percontohan, guna membantu Pemerintah Kota dalam upaya menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di kota Ambon.

“Kawasan ini akan dipakai sebagai kawasan percontohan. Tentunya dukungan dari masyarakat lebih khusus para pedagang dan pembeli sangat dibutuhkan,” pinta Louhenapessy, saat meresmikan KTPK, di pasar Mardika, Rabu (3/6).

Disebutkan, dengan menjadikan pasar Mardika sebagai KTPK sangat tepat. Karena hingga saat ini kawasan yang paling ramai aktivitas di saat pandemi Covid-19 di Kota Ambon, salah satunya di lokasi tersebut.

Bahkan ada pedagang maupun masyarakat yang melakukan aktivitas di lokasi tersebut tanpa menggunakan masker. Sehingga harus ada kebijakan yang diambil pemerintah untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Hari ini (kemarin), salah satu upaya untuk bisa menekan pertumbuhan Covid di kota ini, kita mencoba melaksanakan sebuah gaya hidup yang betul diisyaratkan dari aspek kesehatan. Yaitu sebuah pola kesehatan yang benar pada sebuah wilayah yang kita sebut dengan Kawasan Tertib Protokol Kesehatan,” tandasnya.

Untuk Pasar Mardika, kata Walikota dua periode ini, Pemerintah Kota bekerjasama dengan TNI/Polri untuk melakukan pendekatan yang dapat mendisiplinkan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

“Pada wilayah ini, Pemkot bersama TNI/Polri akan melaksanakan pendekatan upaya penerapan protokol kesehatan secara baik. Yaitu menggunakan masker pada saat dimanapun ketika berada di luar rumah. Kalau di pasar baik penjual dan pembeli wajib menggunakan masker,” tambahnya.

Ia melanjutkan, Pemerintah Kota juga akan membuat jarak yang aman antar pedagang sehingga meminimalisir penyebaran yang terjadi di kawasan padat itu.

“Kita akan mengatur jarak, sehingga kemungkinan yang dapat mempercepat terjangkitnya virus ini dapat kurangi. Harus setiap kali juga cuci tangan pada tempat yang telah disediakan. Hubungan sosial satu dengan yang lain, perlu ada jarak sehingga betul ini bisa menghambat Covid 19,” harapnya.

Untuk jarak antar pedagang sendiri, akan ada jarak 1 meter dan akan diberlakukan sistem ganjil genap terhadap penjualan yang dilakukan. Ini untuk membatasi jumlah pedagang yang berjualan.

“Lapak nanti kita atur untuk jaga jarak. Kalau pembeli diharapkan beli juga jangan terlalu dekat begitu. Paling tidak itu 1 meter jaraknya. Jadi untuk pedagang itu kita atur untuk pakai nomor ganjil genap,” ucap dia.

Dia menambahkan, setiap kendaraan yang masuk di kawasan tersebut akan diberhentikan oleh setiap tim yang ada, untuk nantinya diperiksa oleh para petugas yang ada.

Dan untuk pengemudi roda dua atau empat yang tidak menggunakan masker, bahkan melawan saat di tegur petugas, akan langsung ditindak oleh tim yang ada.

“Jadi setiap kendaraan yang masuk itu akan diperiksa oleh tim, baik untuk termogannya kemudian pakai masker tidak. Kalau tidak pakai masker itu akan diambil langkah. Kalau sopir melawan itu ditarik izin trayeknya,” pesannya.

Sekedar tahu, Pemerintah Kota juga membuat enam pintu keluar masuk yang ada di seluruh kawasan pasar Mardika, untuk mendisiplinkan masyarakat yang akan beraktivitas di kawasan tersebut. Dan secara otomatis, KTPK yang diresmikan benar menjadi percontohan di Kota Ambon. (DHT)

Comment