by

Kuota KPR Subsidi Habis

Ambon, BKA- Meskipun wabah pandemi Covid-19 turut menekan bisnis properti. Himbauan untuk menjaga jarak atau social distancing guna menekan penyebaran virus tersebut membuat aktivitas bisnis sepi termasuk penjualan rumah. Namun begitu, penjualan hunian subdisi rupanya tidak ikut terinfeksi.

Buktinya, penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Bank BTN KC Kendari habis terjual.

Branch Consumer Lending Unit Head Bank BTN KC Kendari, Dadi Supriyadi mengatakan jatah FLPP bank pelat merah di triwulan pertama di tahun 2020 habis terserap di karenakan melihat tingginya kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap rumah subsidi.

Namun, kata dia masyarakat tidak perlu khawatir karena ada kabar gembira dari Kementerian yang telah menyiapkan skema Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Sembari menunggu program SSB di gulirkan, Bank BTN KC kendari memberikan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Masyarakat jangan khawatir meskipun kuota FLPP habis di maret 2020 kemarin, kami masih ada Subsidi Selisih Bunga (SSB) atau Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT),” ujar Dadi, Rabu (29/4/2020).

Ias menjelaskan pada Skema BP2BT Pemerintah menyediakan bantuan uang muka Rp 40 juta rupiah per-rumah untuk rakyatnya yang mau rumah subsidi, sisa harga rumah sekitar 100 juta-an di KPR-kan ke bank dengan bunga mulai dari 9%. Angsuran sekitar 1,1 s.d 1,2 juta-an. Sedangkan pada SSB Pada KPR SSB masyarakat hanya membayar bunga tetap yaitu 5%. Selisihnya akan dibayarkan pemerintah sesuai suku bunga yang berlaku bulan itu.

“Manfaat yang didapatkan MBR dari SSB yaitu pembayaran angsuran KPR dengan suku bunga sebesar 5% per tahun selama 10 tahun. Pemerintah akan membayarkan subsidi sebesar selisih angsuran dengan suku bunga pasar dari perbankan dengan angsuran yang dibayar debitur/nasabah,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan persyaratan MBR yang bisa mendapatkan subsidi ini yaitu Warga Negara Indonesia, berpenghasilan maksimal Rp 8 juta, tidak memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi/bantuan pembiayaan perumahan dari Pemerintah terkait pembiayaan pemilikan atau pembangunan rumah.

“Melalui Programn BP2BT dan SSB ini diharapkan dapat membantu MBR untuk mendapatkan rumah yang layak huni dan terjangkau, terutama pada masa sulit saat ini. Diharapkan melalui kepemilikan rumah tersebut, maka setiap keluarga MBR akan memiliki tempat berlindung, berkembang, belajar, dan bekerja dari rumah dengan sehat, aman, dan nyaman, sehingga tercipta lingkungan yang kondusif di masyarakat. Hal ini sejalan dengan kampanye Pemerintah sebagai upaya penanggulangan virus Covid-19, yaitu bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan beribadah dari rumah,” pungkasnya.(int)

Comment