by

Lagi, Dua Saksi Dicecar Dikasus PLTMG

Ambon, BKA- Tim penyidik Kejati Maluku kembali menggarap dua saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan kantor PLTMG Namlea.

Dua saksi yang dicecar, masing-masing, R.I.T dari kantor BPN Namlea dan M.A dari unsur Kantor Desa Namlea, Kabupaten Buru.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dua tersangka, yakni, Feri Tanya alias FT dan A.G.L.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penyidik Kejati Maluku kembali menggarap dua orang saksi dalam perkara itu.

“ Hari ini pemeriksaan saksi untuk perkara pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG, masing-masing, R.I.T pegawai BPN Namlea dan M.A pegawai Kantor Desa Namlea,” beber Sapulette, Kamis (25/6).

Pemeriksaan terhadap kedua saksi itu merupakan agenda lanjutan dari pemeriksaan saksi diperkara ini, sejak Rabu (24/6), kemarin.

“Jadi pemeriksaan dimulai untuk kedua saksi itu, sejak pukul 14.00- 16.30 Wit. Masing-masing 22 dan 20 pertanyaan,” tandas Sapulette.

Untuk diketahui, Rabu (24/6) kemarin, penyidik Kejari Buru mengagendakan pemeriksaan awal terhadap dua saksi, masing-masing, eks Camat Namlea inisail KW dan YS dari BPN Kabupaten Buru.

Kepala Seksi Penerangan dan hukum (Kasi. Penkum) Kejati Maluku, Samy Sapulette, Rabu (24/6), kepada Wartawan mengaku, tim penyidik Kejari Buru melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, masing KW, eks Camat Namlea dan YS pegawai BPN Kabupaten Buru.

Pemeriksaan terhadap dua saksi tersebut dalam perkara dugaan korupsi PLTMG Namlea yang kini diusut Kejati Maluku bersama Kejari Namlea.

“ Benar hari ini, Rabu (24/6), penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi masing-masing dengan inisial KW eks Mantan Camat Namlea dan YS pegawai BPN Kabupaten Buru, pemeriksaan kedua saksi dalam perkara pengadaan Tanah untuk pembangunan PLTMG Namlea,” ucap Sapulette di ruang kerjanya, Rabu (24/6).

Kata dia, pemeriksaan itu dimulai pukul 9.00- 12.30 Wit di mana masing-masing saksi ditanyakan sebanyak 20 pertanyaan. “Pemeriksaan terhadap masing-masing saksi sebanyak 20 pertanyaan,” ungkap Sapulette singkat.

Sebelumnya diberitakan, Kejati Maluku melalui ekspos perkara dengan menetapkan dua tersangka, masing-masing Fery Tanaya alias FT (59), dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-749/Q.1/Fd.1/05/ 2020,08 Mei 2020 dan tersangka AGL (46), PNS BPN Maluku berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor :B-750/Q.1/Fd.1/05/ 2020, tanggal 08 Mei 2020.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, mengungkapkan, dua orang ditetapkan sebagai tersangka karena mempunyai bukti yang cukup. Mereka pun disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang- Undang No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang. No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Jadi mengantongi bukti permulaan yang cukup, Kejati Maluku langsung menetapkan dua tersangka masing-masing F.T. dan A.G.L,” jelas Sapulette, beberapa waktu lalu..

Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan PLTMG itu berada tepat di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Dalam proses jual beli lahan itu, diduga tidak melibatkan Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat, Notaris dan Pemerintah Kabupaten Buru.(SAD)

Comment