by

Lagi, PDP Meninggal di Ambon

Ambon, BKA- Seorang pasien yang sebelumnya ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berusia 67 tahun meninggal dunia, Minggu (3/5). Yang bersangkutan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haulussy Kudamati, Ambon, selama tiga hari.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengaku, hasil test cepat (rapid test) yang dilakukan oleh petugas medis terhadap pasien tersebut memang menunjukan hasil reaktif.

Namun untuk memastikan apakah pasien tersebut meninggal karena covid 19, petugas medis telah mengambil sampel pasien untuk nantinya dilakukan pemeriksaan swab.

“Untuk hasil swab test pasien yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan dan baru dapat diinformasikan dalam beberapa hari kedepan,” ungkap Joy, kepada wartawan lewat rilisnya, Minggu (3/5).

Dengan begitu, di Ambon saat ini sudah ada 2 pasien PDP yang meninggal. Dan gugus tugas Kota Ambon sedang menunggu hasil swabnya. Sebab, beberapa hari yang lalu seorang PDP juga meninggal di Ambon dengan hasil rapid test yang positif.

Hasil swab, sebut Joy, akan diketahui beberapa hari kedepan untuk kedua pasien yang meninggal tersebut. Mengingat hasil rapid tes belum tentu membuktikan 2 pasien yang meninggal positif terinfeksi Covid 19.

Dikatakan, untuk penanganan yang dilakukan terhadap pasien 67 tahun itu, sesuai dengan petunjuk WHO terkait penanganan Covid 19. Dan secara otomatis, pasien tersebut telah dimakamkan oleh petugas.

“Sesuai Petunjuk WHO serta surat edaran yang dikeluarkan pihak RSUD Dr. Haulussy, maka pasien tersebut akan dimakamkan dengan menggunakan protokol Covid-19,” tuturnya.

Ia kembali menjelaskan, terkait rapid test yang dilakukan selama tiga (3) hari terakhir, hasil tracking dari pasien 011, 015 dan 016 berjumlah 530 orang. Dengan keterangan, hari pertama sebanyak 216 orang, hari kedua sebanyak 189 orang dan hari ketiga sebanyak 125 orang.

“Untuk hasil tracking terhadap jenazah yang dimakamkan dua hari lalu, pihak Gugus Tugas melalui Dinas Kesehatan Kota Ambon telah melakukan rapid test terhadap 13 orang,” tutup Joy.

Sementara itu, meninggalnya PDP berusia 67 tahun ini juga dibenarkan oleh Karo Humas dan Protokol Setda Maluku, Melky Lohy. Diakuinya, PDP tersebut sebelumnya dirawat di RSUD Haullussy dan meninggal dunia hari Minggu kemarin sekira pukul 09.00 WIT.

Menurutnya, almarhum sempat dirawat di ruang isolasi selama tiga hari. Dikarenakan masuk rumah sakit dengan gejala batuk dan demam selama tiga hari. Sehingga dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur Covid-19, sebab gejalanya mirip.

“Pasien usia 62 tahun. Masuk RSU tanggal 1 Mei 2020 dengan keluhan batuk dan demam selama 3 hari. Dilakukan rapid test, hasilnya positif. Dirawat di ruang isolasi, dengan diagnosa PDP. Meninggal tanggal 3 Mei 2020 sekitar pukul 09.00 WIT,” ungkap Melky.

Ia juga mengaku, meski belum dapat dikatakan positif Covid-19 lewat swab, namun protokoler tetap dilakukan sesuai standar yang diedarkan World Health Organization (WHO). Mengingat hasil rapid test almarhum sebelumnya, dinyatakan reaktif positif.

“Hasil rapid test, terhadap pasien tersebut reaktif positif. Namun untuk hasil swab test pasien yang bersangkutan, masih dalam pemeriksaan dan baru dapat diinformasikan dalam beberapa hari kedepan,” tandas Melky.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, saat dikonfirmasi koran ini via Watsapp, mengatakan, pemakaman pasien PDP yang meninggal tersebut dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemerintah Kota Ambon, di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon. “Sementara pemakaman di Hunuth,” singkat Kasrul. (DHT/BKA-1)

Comment