by

Langkah Tegas Satpol PP Amankan Perwali

Ambon, BKA- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon terpaksa mengambil langkah tegas, mengamankan barang milik sejumlah pedagang kuliner yang biasa beraktivitas setiap Sore hingga Malam, di depan Maluku City Mall (MCM).

Langkah tegas itu dilakukan Satpol PP Kota Ambon untuk menegakkan Perwali Nomor 25 tahun 2020, tentang penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Ambon.

Kepala Satpol-PP Kota Ambon, Josias Lopies, mengatakan, barang milik sejumlah pedagang itu diamankan karena mereka telah melanggar batas waktu beraktivitas di masa pandemi Covid-19, yakni, hingga pukul 21.00 WIT.

“Itukan ditahan sebagai jaminan. Mereka bayar denda itu dulu kan. Tapi prosesnya itu lewat pengadilan,” kata Lopies, ketika dikonfirmasi BeritaKota Ambon via handphone, Rabu (20/1).

Dia menjelaskan, setelah berproses di Pengadilan Negeri Ambon, para pedagang akan melakukan pembayaran denda di bank. Usai itu, pedagang tunjukkan bukti pembayaran ke bagian PPNS di Balai Kota.

“Kalau mereka sudah selesai. Pengadilan putuskan bayar berapa, mereka langsung bayar di bank dulu. Selesai bayar, mereka punya bukti pembayaran itu diserahkan ke PPNS, langsung mereka bisa ambil barang itu,” ujarnya.

Dia memperkirakan, sejauh ini, ada sekitar 10 pedagang yang barangnya ditahan oleh pihak Satpol PP. “Sekitar 5 atau 6 pedagang itu, yang barangnya ditahan. Itu pedagang kaki lima yang dipinggir jalan, di kawasan Lmpu Lima depan MCM itu. Di jalan samping Ambon Plaza itu juga,” terangnya.

Disinggung berapa jumlah denda yang harus dibayar pedagang, karena berjualan lewat waktu operasional, tambah dia, kurang lebih itu bisa sampai Rp 500.000.

“Itu tergantung kesalahan yang mereka buat. Tapi kalau ikut sidang, pasti ada penurunan, karena tidak sampai seperti yang kita putuskan dalam Peraturan Daerah itu,” tandasnya.(IAN)

Comment