by

Lappan Minta Perhatian Serius Pemerintah

Ambon, BKA- Peringati Hari Anak Nasional 23 Juli 2020, Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Lappan), meminta perhatian serius Pemerintah Daerah terhadap anak di Maluku. Sebab hingga saat ini kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi, salah satunya di Kota Ambon.

Anak merupakan masa depan atau generasi muda penerus bangsa sehingga tumbuh kembangnya harus mendapat perlindungan yang maksimal dari keluarga, lingkungan maupun perlindungan dari pemerintah.

Direktur Lappan, Baihajar Tualeka mengatakan, pemerintah daerah harus serius dalam melihat kasus kekerasan terhadap anak baik yang terjadi di kota Ambon maupun Maluku pada umumnya. Dimana perhatian pemerintah juga harus diberikan dari segi anggaran maupun bantuan kebijakan terhadap perlindungan anak.

“Pemerintah harus serius dalam menyediakan anggaran dan membuat kebijakan terkait dengan perlindungan anak,” pinta Tualeka, saat dihubungi koran ini, Kamis (23/7).

Ia menilai, anggaran yang disediakan pemerintah untuk dapat membantu anak yang merupakan korban kekerasan. Baik kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan seksual yang dialami oleh anak. Yang mana pemerintah berperan penting dalam melindungi maupun menjaga korban, yakni anak yang mengalami kekerasan.

Dituturkan, ada 30 kasus yang ditangani oleh pihaknya dan kasus yang ditangani tersebut merupakan kasus kekerasan terhadap anak yang dinilai masih tinggi hingga saat ini.

“Kasus kekerasan masih tinggi, anak-anak menjadi korban. Ada 30 kasus itu kekerasan seksual sama kekerasan fisik,” tuturnya.

Tak hanya pemerintah, keluarga maupun masyarakat sekitar juga harus lebih aktif dalam melihat kasus kekerasan yang dialami setiap anak. Dengan begitu, kasus kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir maupun dihilangkan dan tidak adalagi anak yang menjadi korban.
Lewat peringatan Hari Anak Nasional kemarin, Tualeka berharap, seluruh anak yang ada dapat terlindungi dan dapat bertumbuh dengan baik agar menjadi penerus bangsa.

“Lappan berharap dihari anak ini (kemarin), semua anak dimanapun itu diperlakukan secara baik, dilindungi, diberikan rasa aman dan nyaman. Serta bisa menikmati haknya walau dalam kondisi covid,” harap dia. (DHT).

Comment