by

Lappan Terima 68 Laporan Kekerasan

Ambon,BKA-Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Lappan) Maluku, sepanjang tahun 2020 telah menerima laporan kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 68 kasus. Sebagian besar merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.

Direktur Lappan Maluku, Baihajar Tualeka mengaku, hingga saat ini pihaknya telah menerima sebanyak 68 laporan kekerasan yang terjadi terhadap perempuan. Laporan tersebut merupakan laporan kekerasan seksual maupun KDRT.

Menurutnya, untuk kasus kekerasan seksual sendiri laporan yang diterima oleh pihaknya sebanyak 15 kasus, sedangkan sisanya merupakan kasus KDRT. Hal tersebut secara otomatis mengungkapkan kekerasan dalam rumah tangga terus terjadi di Maluku.

“Ada sekitar 68 kasus dan lebih tinggi KDRT. Kekerasan seksual ada 15 kasus,” beber Tualeka, saat dihubungi koran ini via seluler, Senin (13/7).
Dikatakan, untuk kasus-kasus yang dilaporkan kepada pihaknya tidak hanya ditangani oleh Lappan, tetapi juga ditangani oleh pihak Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease. Sebab, pihaknya juga melaporkan puluhan kasus tersebut ke pihak berwajib, agar dapat ditindaklanjuti secara hukum dan memberikan efek jera kepada pelaku.

Untuk kasus KDRT sendiri, sebutnya, merupakan kasus perselingkuhan, penelantaran ekonomi maupun kekerasan fisik. Sehingga pihaknya telah melakukan mediasi serta diminta oleh korban untuk membantu korban dalam menyelesaikan seluruh perkara yang dihadapi.

Mediasi juga dilakukan lebih banyak kepada kasus KDRT, dimana korban lebih memilih untuk berdamai. Karena masih memikirkan soal anak maupun masalah lainnya di dalam rumah tangga.

“Mediasi bila itu atas keinginan korban untuk damai. Karena berfikir soal anak-anak, masalah ekonomi dan pendidikan anak,” terangnya.

Walaupun begitu, lanjut dia, tidak semua kasus yang dilaporkan ke pihaknya diselesaikan dengan cara mediasi. Tetapi ada juga yang dilaporkan langsung ke pihak berwajib untuk mendapatkan penanganan. “Iya ada yang langsung di mediasi, ada yang dilaporkan ke Polresta Ambon,” ujarnya.

Untuk kasus-kasus tersebut sendiri, terjadi Kota Ambon, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) maupun di kabupaten Maluku Tengah. Dan pihaknya langsung menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. (DHT).

Comment