by

Latuni Diganjar 4 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon mengganjar 4 Tahun hukuman penjara terhadap Jefry Latuni karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika.

Vonis terhadap pria 54 Tahun, Warga Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini dibacakan dalam persidangan secara online melalui sarana video teleconference, majelis hakim di PN Ambon, JPU di kantor Kejari Ambon, sedangkan terdakwa dan penasehat hukumnya di Rutan Kelas II A Ambon.

Didalam amar putusan majelis hakim, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana diatur dalam pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, serta menjatuhi hukuman pidana kepada terdakwa dengan penjara selama empat tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam masa tahanan,” Sebut ketua majelis hakim, Cristina Tetelepta, didampingi Jimmy Wally dan Felix Wiusan selaku hakim anggota dalam amar putusannya.

Sebelumnya JPU Kejari Ambon, Fitria Tuahuns, menuntut terdakwa agar dipenjara selama tujuh tahun dipersidangan Rabu, (8/4) kemarin.

Didalam amar putusan majelis hakim menyebutkan, terdakwa ditangkap anggota polisi pada Rabu 27 November 2019 sekitar pukul 11.00 WIT di depan Penginapan Royal, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Awalnya, sekitar pukul 10.30 WIT terdakwa sedang berada di rumah. Ia  kemudian keluar menggunakan sepeda motor untuk bertemu dengan temannya di depan Rumah Sakit Sumber Hidup, Jalan Anthony Rhebok.

Pada saat terdakwa tiba di depan Penginapan Royal, dan hendak menelepon teman terdakwa, tiba-tiba ia disergap oleh dua anggota Satresnarkoba Arman Matulessy dan Samali Pole.

Kedua anggota polisi mendapatkan informasi, kalau terdakwa sedang membawa narkoba jenis sabu-sabu. Saat penggeledahan, polisi menemukan satu plastik bening ukuran kecil di dalamnya terdapat satu lipatan plastik bening ukuran kecil yang berisikan sabu-sabu 0,10 gram. Terdakwa menyimpan paket tersebut di dalam saku celana bagian depan sebelah kanan.

Pria 54 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkot ini  mengaku telah menggunakan sabu sejak tahun 2000. Ia pertama kali memakai sabu di Hotel Hero Ambon.

Terakhir kali terdakwa mengkonsumsi sabu pada 25 November 2019 sekitar pukul 14.00 WIT di rumahnya di Jalan Nn. Saar Sopacua, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe. Terdakwa mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Ari untuk digunakan sendiri. (SAD)

Comment