by

Lelaki Bejat di Malteng 8 Tahun Bui

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, memvonis terdakwa Semuel Hetharua alias Semi dengan pidana penjara selama 8 Tahun di persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (17/9).

Di dalam amar putusan majelis hakim menyebut, pria 65 Tahun, yang bermukim di Negeri Nalahia-Kasuari, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat (2) UU nomor 16 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Yang meringankan, terdakwa sudah berlalu sopan di persidangan dan sudah mengakui perbuatannya, sedangkan yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat korban trauma sampai saat ini.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan persetubuhan dan menyatakan terdakwa agar di hukum penjara selama 8 Tahun di potong masa tahanan selama terdakwa berada dalam tahanan,” ungkap ketua majelis hakim Lucky R. Kalalo Cs dalam amar putusannya, disaksikan PH terdakwa, Ronald Salawane dan JPU Inggrid Louhenapessy.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa agar di penjara selama 13 Tahun penjara, sebab, perbuatan terdakwa sudah merusak masa depan korban.

JPU dalam berkas dakwaanya menjelaskan,perbuatan bejat yang dilakukan terdakwa terjadi pada Januari 2020 lalu, saat itu, korban didatangi terdakwa dengan tujuan mengambil buah mangga di belakang rumah terdakwa, karena keduanya tinggal bertetangga.

Dengan kondisi rumah yang sepi, sebelum mengambil buah mangga, terdakwa membawa korban ke kamarnya dan memaksa korban untuk melayani napsu birahinya. Korban yang masih polos menolak tawaran terdakwa namun dipaksa terdakwa sehingga hubungan terlarang itu pun berlangsung.

Setelah itu, terdakwa memegang tangan korban ke belakang rumah lalu memberikan dia buah mangga, kemudian menyuruh korban untuk pulang ke rumahnya.

Perbuatan kedua, pada Bulan Maret 2020, saat itu terdakwa datang ke rumah korban lalu memanggil korban ke rumah terdakwa,dengan tujuan yang sama untuk mengambil buah mangga. Ternyata pria bejat itu kembali menyetubuhi korban di dalam kamarnya.

Perbuatan terdakwa pun tidak diketahui orang tua korban, akan tetapi pada waktu korban bersama terdakwa di dalam kamar, saksi yang merupakan tetangga rumah terdakwa mengintip aksi biadap terdakwa dari jendela kamar.

Tak menerima aksi biadap terdakwa terhadap korban, saksi kemudian memilih untuk memberitahukan peristiwa itu ke orang tua korban,kemudian orang tua korban melaporkan hal ini ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses hukum.(SAD).

Comment