by

Mahasiswa Harus Terus Berkembang

Ambon BKA- Wabah Covid-19 yang mewabah di Indonesia, termasuk di Provinsi Maluku, khususnya di Kota Ambon, tidak bisa dipungkiri telah menghantam semua sektor kehidupan.

Sektor pendidikan juga tidak luput dari hantaman virus itu. Semua aktivitas pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, kebanyakan dilaksanakan dari rumah secara onlien maupun offline menggunakan sistem Dalam Jaringan (Daring).

Namun kondisi itu jangan dijadikan penyebab mundurnya pendidikan di Indonesia, khususnya Maluku.

Untuk mahasiswa, kondisi wabah Covid-19 harus dijadikan “pecut” untuk terus berkembang, dengan memanfaatkan berbagai fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diera digital saat ini. Demikian ungkap Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Babar Timur (Ikpelmabatim) Ambon, Zadrak Wutres.

Bahkan, kata Zadrak, perkembangan yang dapat diraih mahasiswa dimasa pandemi Covid-19 ini, jauh lebih baik dibanding kondisi normal sebelumnya. Karena memiliki nilai plus, yakni, mahasiswa dituntut untuk menguasai TIK.

“Kita sebagai mahasiswa harus tetap semangat untuk menempuh pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Dengan cara memanfaatkan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Karena hanya dengan itu, kita bisa tetap berkembang untuk meningkatkan kualitas diri,” kata Wutres, dalam sambutanya di Webiner IKPELMABATIM Ambon, Jumat (26/6).

Ada banyak media teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan diri. Semuanya harus dimanfaatkan. Karena dengan menguasai TIK, katanya, maka mahasiswa Maluku tidak akan tertinggal dengan perkembangan zaman secara global. Bahkan dengan menguasai TIK, referensi yang dimiliki mahasiswa akan semakin luas.

“Sebenarnya, webiner ini mendorong kita untuk bisa berkembang. Dengan memotivasi diri melakukan penelitian dan pengembangan. Ini saatnya kita bersaing ditengah tantangan zaman, lewat apa yang kita amati, teliti, untuk selanjutnya dikembangkan dalam berbagai penulisan karya-karya ilmiah. Bukan malah sebaliknya, kita hilang semangat,” paparnya pada diskusi online, bertema Penulisan Karya Ilmiah itu.

Sementara itu, salah satu pemateri asal Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Abraham Mariwy, mengingatkan semua mahasiswa asal Kabupaten MBD, agar dapat terus meningkatkan kualitasnya. Mengingat, kedepan akan membutuhkan anak-anak daerah yang mampu mengelola Sumber Daya Alam (SDA). Dalam ini, pengelolaan blok masela di waktu mendatang.

“Sebab, untuk mengelola SDA yang ada, sangat membutuhkan kreatifitas, inovasi dan kualitas, yang benar-benar teruji dari mahasiswa saat ini. Jangan sampai pada saatnya, kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Karena itu, mulai dari sekarang, sudah harus belajar kritis. Agar kedepannya, bisa memberdayakan masyarakat lewat kekayaan alam yang ada,” pungkas Sekretaris Jurusan (Sekjur) MIPA FKIP Unpatti ini. (LAM)

Comment