by

Mahasiswa IAIN Minta Pemotongan UKT 50 Persen

Ambon, BKA- Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar demo didepan gerbang “kampus hijau” itu, memprotes SK Rektor yang hanya melakukan pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 15 persen.

Para mahasiswa itu menginginkan, agar pemotongan UKT yang dilakukan sebesar 50 persen. Sehingga mereka meminta agar Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, menarik SK yang telah dikeluarkan. Kemudian mengeluarkan SK baru terkait pembayaran UKT mahasiswa hanya sebesar 50 persen dari ketentuan yang sebenarnya.

Demo yang digelar, Senin (27/7), sekitar 15.00 WIT, tersebut dilakukan karena mengingat latar belakang ekonomi masyarakat yang saat ini tengah mengalami kesusahan ditengah pandemi Covid-19, , termasuk orangtua mahasiswa.

Selain itu, sejak proses pembelajaran onlinen yang diterapkan oleh pihak kampus, mahasiswa juga tidak pernah mendapatkan bantuan paket internet. Tentu saja hal itu sangat memberatkan.

“Selama kita kuliah online, tidak pernah diberikan pulsa data. Dan kedua, dengan adanya PSBB, PSBR maupun PKM, itu membuat pendapatan orangtua kita menurun secara signinfikan,” kata salah satu mahasiswa IAIN, Risno, Senin (27/7).

Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa pendemo dengan aparat kepolisian yang kebetulan berada di IAIN Ambon karena sedang mengawal Wakil Menteri (Wamen) PUPR, Jhon Wempi Wetopo, yang tengah melakukan peninjauan di kampus itu.

Bagaimana tidak, mahasiswa sempat melakukan pemblokiran jalan dengan kayu maupun menutup portal pagar, sedangkan Wamen PUPR masih berada di lingkungan kampus itu.

Namun ketegangan itu tidak berlangsung lama, karena akhirnya mahasiswa mengalah dan membuka semua blokir jalan bagi rombongan Wamen PUPR, sekitar pukul 16.00 WIT.

Memang aksi itu sengaja dilakukan mahasiswa ditengah kunjungan Wamen PUPR itu, dengan harapan tuntutan mereka dapat dipenuhi oleh Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta.

Sebelum melakukan aksi di depan gerbang kampus, puluhan mahasiswa IAIN Ambon terlebih dahulu menggelar aksi didepan Kantor Wilayah Kemenag Maluku, di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Kampung Pinang Putih, Tantui Atas, Kota Ambon, sekitar pukul 10.00 WIT.

Aksi itu bertujuan untuk mendesak Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis, agar berkordinasi dengan Rektor IAIN Ambon untuk membatalkan SK Rektor terkait pemotongan UKT 15 persen yang sudah dikirimkan ke Kemenag pusat.

Jika SK Rektor tersebut tidak ditarik dan disetejui Kemenag Pusat, maka dikhawatirkan banyak mahasiswa IAIN Ambon yang berlatar ekonomi pas-pasan tidak bisa melanjutkan pendidikannya.

“Seharusnya, pemotongan UKT itu sebesar 50 persen. Bukan 15 persen. Karena banyak dari orangtua mahasiswa itu petani. Kalau itu tidak dipenuhi, maka akan banyak mahasiswa yang cuti atau tidak lagi kuliah,” tandas salah satu mahasiswa, Iswandi, (BKA-1).

Comment