by

Mahasiswa Kembali “Gebuk” Sekda

Ambon, BKA- Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Revolusi Beta Kudeta (RBK) kembali “menggebuk” Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang, terkait aksi joget dan bernyanyi yang dilakukannya di Kantor DPRD Provinsi Maluku, pada 19 Agustus lalu.

Sudah tiga hari aksi itu dilakukan oleh para mahasiswa, sejak 23 Agustus sampai hari ini, Rabu (26/8). Mereka mendatangi Kantor Gubernur Maluku seraya meminta Gubernur Maluku mencopot Kasrul Selang dari jabatan Sekda Maluku.

Menurut mahasiwa, perilaku Kasrul Selang yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, merupakan perilaku yang tidak patut dilakukan oleh pejabat pemerintah. Karena bertentangan dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah sendiri, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Maluku.

Sehingga para pendemo yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ambon itu menilai perilaku Kasrul yang bersifat maladministrasi itu, tidak memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang bahanya Covid-19.

Bahkan perilaku tersebut membuat masyarakat makin meragukan virus corona, yang diketahui telag menyebabkan adanya puluhan korban jiwa di Maluku.

Di hari ketiga aksi unjuk rasa itu, para demonstran juga meminta kepada agar Pemerintah Provinsi Maluku membebaskan 10 orang yang sementara ditahan, karena diduga merampas jenazah Covid-19 di tengah jalan, dikawasan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, beberapa waktu lalu.

“Copot Jabatan Sekda Maluku, dan bebaskan 10 orang dari dalam penjara yang diduga merampas jenazah Covid-19, ” teriak salah satu orator, Risman Wahab Solissa,

Pantauan BeritaKota Ambon, aksi demo belasan mahasiswa itu sempat terjadi saling tarik pagar Kantor Gubernur Maluku dengan aparat Pol-PP, lantaran mereka tidak diijinkan untuk masuk didepan pintu Kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasi. (BKA-1)

 

Comment