by

Mahasiswa MBD Puji Kebijakan Bupati Noach

Mahasiswa asal Maluku Barat Daya (MBD) yang berada di Kota Ambon, memuji Kebijakan Bupati Benyamin Th Noach, yang memberikan bantuan kepada mereka pada masa pandemi Covid-19 ini.

Untuk membantu mahasiswa asal MBD yang saat ini tengah menempuh pendidikan pada sejumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Ambon, bupati kabupaten bertajuk kalwedo ini rela mengocek uang pribadinya.

Bukan dia sendiri. Tapi ada juga donasi dari sejumlah pejabat lainnya, seperti Sekretaris Daerah (Sekda) MBD, Alfonsius Siamiloy, dan para pimpinan OPD.

Bantuan yang diberikan sejumlah Rp 30 juta itu, semua berasal dari kantong pribadi. Bukan diambil dari anggaran pemerintah.

“Kebijakan bapak bupati ini membuktikan kepada kita, kalau semangat dan nilai kalwedo itu masih ada disaat kita butuhkan bantuan,” ungkap salah satu selawan posko bantuan mahasiswa MBD, Cilindra Ruimassa, Kamis (7/5).

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu. Bukan saja bagi pribadi mahasiswa, tapi juga orangtua mahasiswa, karena telah turut meringankan beban mereka. Apalagi saat ini, akses transportasi laut masih ditutup akibat pencegahan Covid-19. Sehingga upaya orangtua untuk mengirim biaya hidup kepada anak mereka di Ambon ikut terkendala.

“Untuk itu, atas nama mahasiswa MBD yang ada di Kota Ambon, saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada bapak Bupati, Sekda, dan semua pimpinan OPD, serta semua pihak yang tidak kami sebutkan satu per satu, atas bantuan yang diberikan kepada kami. Ini menunjukan, bahwa, bapak dan ibu memiliki nilai kepedulian yang tinggi, sebagai penjunjung nilai kalwedo,” ujar Ruimassa, yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Babar Timur (Ikpelma-Batim) Ambon ini.

Kata dia, bantuan tersebut telah dipergunakan untuk pembelian sembako. Yang selanjutnya akan di salurkan kepada semua mahasiswa MBD, sesuai data yang ada.

“Dari bantuan anggaran itu, kita sudah pakai untuk beli bahan sembako. Dan hari ini (kemarin), sudah mulai dibagikan melalui masing-masing paguyuban,” tutur Ruimassa.

Berdasarkan data sementara, ada 472 mahasiswa MBD yang membutuhkan bantuan. Namun mengingat yang baru kita siapkan, ada 410 paket untuk dibagi. Karena itu, untuk teman-teman yang belum kebagian, muda-mudahan bisa dapat di tahap II. Kalau nanti ada bantuan dari bapak dan ibu kita yang lain. Itu yang kami harapkan, agar semua mahasiswa MBD bisa merasa terbantu. Kita berdoa, semoga Tuhan kasih kekuatan dan keselamatan, agar kita bisa lewati wabah Covid-19 ini,” pinta mahasiswa jurusan teknis siplil, Fakultas Teknik Unpatti itu. (LAM)

Comment